Di Tangan Akhyar, Limbah Ranting Kayu Disulap Jadi Tas Selempang Cantik
Diposkan: 26 Apr 2019 Dibaca: 1318 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Muhammad Akhyar Al Fachri (20) warga Jalan Timba, Perjuangan, Kecamatan Binjai Utara, Kelurahan Nangka, berhasil mengubah ranting kayu menjadi tas selempang cantik dan bernilai seni yang tinggi.
Pria yang akrab dipanggil Al Fachri ini mengaku awalnya merintis usaha seni kriya ini dikarenakan prihatin dengan lingkungan sekitar. Banyak ia temukan ranting kayu terbuang dan tidak memiliki manfaat.
"Dulu prihatin sama lingkungan sekitar jadi di daerah saya itu kebetulan banyak limbah ranting yang terbuang begitu saja jadi saya berpikir gimana sih biar dari limbah ranting ini masih bisa bermanfaat nah dari situ saya membuat beberapa percobaan," ungkapnya pada Jumat (26/4/2019)
Dikatakanya ide pertama itu bentuk lingkaran terinspirasi dari gulungan kabel di jalanan sehabis pulang kuliah, kemudian sesampai pulang kerumahnya iapun merakit ranting kayu yang didominasi ranting pohon rambutan dan mangga. Ternyata bahan yang ramah lingkungan itu menghasilkan produk kriya yang sangat cantik dan unik.
"Di Binjai itu banyak pohon rambutan jadi sangat mudah menemukan ranting untuk menjadi bahan baku begitu juga dengan ranting mangga. Perpaduan bahan baku itu menghasilkan perpaduan warna yang menarik," jelasnya.
Untuk melancarkan pembuatan tas maka potongan kayu tipis tersebut berbentuk lempengan pola yang didesain sebelumnya.
Cara pembuatan tas selempang itu yakni lempengan kayu tipis dibuat pola lalu diolah lagi dengan teliti agar terlihat rapi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan bentuk pola bulat, setengah bulat, hexagonal, trapesium dan persegi. Semua sudut pola dasar tas ini harus rapi, agar saat disusun sesuai pola.
Diakuinya untuk pemasaran tas ini sudah sampai ke Bekasi, Bandung, Malang, Manado, Semarang, dan Jayapura. Untuk harga ia mulai dari Rp170 ribu sampai Rp 250 ribu. Dan ia juga menjual secara online.
Saat ini diakuinya usaha ini terkendala dengan pemasaran, saat ia masih menjual dengan sistem pree order (PO) dan tempat usahanya juga kurang strategis sehingga sulit mendapat perhatian dari masyarakat. Kendati demikian ia memiiki impian Dapat menjadi starup/perusahaan yang perduli dengan lingkungan, memberdayakan masyarakat,dan membuka lapangan kerja.(UKM06)