Di-PHK dari Hotel Berbintang, Merry Bangkit dan Rintis Jekajud Blessed Handyctaft

 Di-PHK dari Hotel Berbintang, Merry Bangkit dan Rintis Jekajud Blessed Handyctaft

Diposkan: 04 Jul 2019 Dibaca: 67 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Mendapat ujian pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sebuah perusahaan swasta tidak lantas membuat wanita ini jatuh dan tidak mendapatkan peluang untuk bisa meniti karier.

Justru dia semakin serius dengan hobinya hingga membawanya sebagai wirausahawan sukses.

P Merry Erika (45) warga Jalan. M. Arief No 1A, Stabat mengaku usahanya dengan brand Jekajud Blessed Handyctaft berdirinya tahun 2010 di Jakarta dan hijrah ke kota Medan pada tahun 2015.

Awal saya memulai usaha ini  dari hobi. Saya merupakan korban PHK dari Grand Aston jadi pada tahun  2012 baru saja serius jalani usaha ini," jelasnya pada Kamis (4/7/2019)

Dikatakanya ia menyukai bidang keterampilan sejak ia masih kecil sehingga merintis usaha ini bukan merupakan yang asing baginya.

"Saya memulai usaha ini mulai dari reparasi aksesories beberapa teman yang rusak dan minta di rubah modelnya dan banyak yang suka dengan hasil yang saya kerjakan, kemudian sayapun serius dibidang ini apalagi hasilnya lumayan," katanya.

Adapun produk yang ia buat mulai anting, gelang, cincin, kalung, dan bross. Dulunya beragam aksesoris kerajinan tangan itu ia buat dari bahan tali pancing dan stenlis tetapi sekarang ia membuat khusus dari bahan kawat dan tembaga.

"Agar lebih menarik sekarang aksesories itu saya kombinasikan dengan batuan, dan limbah kulit dan ulos sehingga lebih etnik," ucapnya.

Selain cantik dan menarik, beragam aksesoris buatannya dimulai harga dari Rp15 ribu sampai Rp1,5 juta. "Produk ini saya jual melalui Instagram dan Facebook dan pemesanan sudah hampir dari seluruh Indonesia," tegasnya.

Agar produknya terkenal ia juga melakukan promosi diberbagai pameran baik di Sumatera Utara (Sumut) maupun hingga tingkat nasional seperti Kota Denpasar, Manado, Jawa (semua udh), Banda Aceh, dan Palembang.

Memang tidak disangka usaha yang sudah sukses ini diakuinya hanya bermodalkan cuma Rp 500 ribu. "Tetapi saat saya mulai serius saya memberanikan jual emas senilai Rp5 juta untuk stok barang," katanya lagi.

Dan kini wanita dari 3 anak ini sudah berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp8 juta perbulan. Dan paling menggembirakan produknya juga sudah ada di 2 galeri di Medan.

"Sudah ada di Manhattan Time Square lantai 2, dan  Galery UKM Medan," katanya.

Ia berharap  ke depannya ada galery khusus Handmade seperti Bali. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved