Dhea Coffee Kembangkan Potensi Kopi Robusta Linggau di Medan
Diposkan: 17 Oct 2018 Dibaca: 1106 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Saat tidak tahu harus berbuat apa, ditengah usahanya yang sedang down, Anita Simanungkalit mulai tersadar jika dia memiliki ‘sesuatu’ yang istimewa, sedang trend dan booming saat itu, kopi.
Bagi Dhea sapaan akrab Anita, komoditas yang satu ini sebenarnya bukan hal baru. Sebab orangtuanya, sejak 25 tahun silam, sudah menggeluti bisnis tersebut di Sumatera Selatan. Namun pemilik usaha Dhea Coffee Robusta Linggau Tradisional Rosting ini, awalnya mengaku tidak begitu tertarik dengan kopi. Sehingga lebih memilih usaha butiq.
Kemudian sekira lima tahun lalu, dia beralih dengan bisnis kopi. Hanya saja, saat itu usaha ini hanya dijadikan ‘sampingan’, karena Dhea masih bekerja di salah satu perusahaan kelapa sawit. Hingga akhirnya dua tahun lalu, memutuskan fokus mengembangkan bisnis kopi asal kampung halamannya Linggau, Sumatera Selatan.
Dhea yang mengaku sering mengikuti berbagai kegiatan, seperti motivasi, seminar kewirausahaan. Salah satu point penting untuk mencapai sukses dalam membangun usaha sebutnya, adalah fokus.
“Sekarang jadi enterpreneur sukses, katanya kalau ngak fokus ngak ada yang ada hasil di dapat. Jadi usaha itu harus fokus agar hasil yang dapat boleh maksimal,”ujar Dhea, Rabu (17/10/2018).
“Yang namanya usaha jatuh bangun ya," ujar Dhea, yang mengaku memilih resign dan mendedikasikan diri untuk membesarkan usaha kopi, setelah tersadar, jika bisnis kopi sedang booming dan trend.
Dhea pun bercerita dengan sang ayah dan menyampaikan niatnya untuk memulai usaha kopi. Gayung bersambut, rencananya memulai usaha kopi mendapat restu. Dari sini, Dhea mengaku, merintis dari nol.
"Jadi ini dirintis kecil kecilan, termasuk legalitasnya,"ujarnya yang mengaku kopi yang dipasarkan ini, lebih fokus dengan kopi robusta Linggau, Sumatera Selatan.
Dia pun mengaku awalnya sangat awam saat pertama kali melirik bisnis, terus belajar dengan produk yang dipasarkannya."Setelah berkecimpung di kopi, baru belajar. Ternyata banyak kota penghasil kopi di Medan," ujarnya.
Saat ini, Dhea mengaku masih mengelola sejumlah usaha kuliner untuk usaha kopinya ini. Namun begitu kopi ini,akan tetap menjadi fokus baginya. “Fokus kita tetap ke kopi. Ini sudah kita bawa dan keikutsertaannya dalam event di Singapura ‘Kranji Country Side’ baru-baru ini. Kita bawa kopi sebagai komoditi unggulan,”ujarnya.
Dalam memasarkan kopi ini, Dhea Dhea mengemasnya menarik. Dhea Coffee Robusta Linggau Tradisional Rosting ini tidak hanya dipasarkan melalui media sosial seperti instagram dan facebook dengan akun dheacoffe, namun juga di sejumlah pusat oleh-oleh di Kota Medan, seperti Rumah Markisa Noerlen, Sate Kerang Rahmat, Manisan Jambu Aguan, Galeri Oleh-oleh Madani.
Untuk harga Dhea mengaku memasarkan mulai Rp 50.000 per kemasan. Sejauh ini, kapasitas produksi masih dikisaran Rp 20 hingga 50 kg per bulannya. (UKM01)