Dengan Inovasi, Dodol Sejahtera Tetap Bertahan Ditengah Ketatnya Persaingan
Diposkan: 22 Oct 2018 Dibaca: 1083 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Inovasi menjadi salah satu strategi dan kunci bertahan ditengah semakin ketatnya persaingan. Hal ini cukup dipahami Rita, pemilik usaha Dodol Sejahtera.
"Pertama kita harus melihat pasar kita itu siapa. Kemudian kita harus tahu siapa saja pesaing kita," ujar pemilik usaha dodol Sejahtera Bengkel, Rita Maizar, baru-baru ini.
Dodol Sejahtera sendiri sudah lebih dari 25 tahun, namun tiga tahun terakhir, kapasitas produksinya turut merosot. Jika biasanya rata-rata produksi mencapai 50 kg hingga 200 kg, belakangan hanya berkisar 50 kg hingga 100 kg perhari.
Karenanya, dia pun terus berusaha berusaha membaca pasar, salah satunya dengan mengenali dan memetakan pesaing bisnisnya siapa saja. Dengan mengenal pasar dan pesaing, menjadi adalah hal penting dalam membangun dan mengelola bisnis. Sehingga bisa mengambil langkah-langah atau upaya apa yang bisa dilakukan untuk bisa bertahan ditengah semakin ketat persaingan.
Rita pun mengaku melakukan pemetaan perajin dodol siapa saja yang menjadi pesaingnya. "Pengrajin dodol itu, kalau Bengkel terlalu kecil. Saya melihat pesaing kita itu untuk Sumut ada Tanjung Pura, kalau Indonesia ada Garut sama Kudus," ujarnya dan kemudian menciptakan inovasi, dengan produk yang tidak fokus pada satu varian rasa.
Bahkan pada moment tertentu, seperti pameran, Rita menciptakan hingga 15 hingga 20 varian rasa dodol. Apalagi dengan potensi sumber daya alam Sumut yang kaya akan buah-buahan, bisa menjadi bahan baku yang dapat dimanfaatkan.
"Seperti kopi, jeruk, markisa, dodol jahe juga ada. Nah ini peluang kita, dengan adanya hasil alam yang melimpah ruah, kita jadikan untuk berinovasi, "ujarnya.
Sementara dalam memasarkan Dodol yang dirintis tahun 1980 an ini, Rita mengaku tidak hanya di gerainya di kawasan Bengkel. Namun juga bekerjasama dengan ritel. "Sekarang ada 50 sampai 70 toko retail yang dimasukin. Kita juga memasarkannya melalui online.Kita juga mencari reseller dari berbagai daerah di seluruh Indonesia," pungkas Rita. (UKM01)