Demi Kepuasan Konsumen, Absha Rela Harga Make-Up Rumah Mode Ditawar

 Demi Kepuasan Konsumen, Absha Rela Harga Make-Up Rumah Mode Ditawar

Diposkan: 31 Oct 2018 Dibaca: 1572 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Melakoni hobi menjadi suatu hal yang menyenangkan. Apa lagi jika hobi itu juga menjadi pekerjaan dan menghasilkan, tentunya kesenangan dua kali lipat didapatkan. Itu sebabnya, sebagian orang bahkan rela dibayar lebih murah dari semestinya, asalkan hobinya tersalurkan.

Seperti juga Absha (27 tahun), seorang penata rias atau yang tren disebut make-up artist asal Kota Medan. Memiliki konsumen mayoritas dari kalangan mahasiswa, anak keenam dari delapan bersaudara ini rela jasanya ditawar asal konsumen merasa puas dengan hasil dandanan yang dia kerjakan.

Berbincang dengan ukmkotamedan.com baru-baru ini, alumni Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) itu mengatakan, ada saja konsumen yang meminta potongan dari ketentuan harga awal yakni Rp180 ribu setiap pengerjaan.

"Per orang nggak patokin harga, walau biasanya memang Rp180 ribu. Saya fleksibel dan ada aja yang nawar, alasannya beragam. Ada yang bilang anak yatim, ada yang minta dandanin natural aja, ya sudah, saya kerjakan. Nggak harus dipaksa, ada juga yang pernah Bayat Rp50 ribu. Yang penting mereka lihat aja hasil kerja saya, lalu nanti promosi dari mulut mereka," ujarnya.

Perempuan yang baru mengakhiri masa lajangnya itu mengaku sudah mulai melakoni aktivitas itu sejak 2014. Namun, menariknya, dia mengaku tidak punya salon sebagai tempat usaha. Tata rias itu dilakukannya door to door atau keliling.

"Awalnya dulu waktu tamat SMA, ibu saya suruh kursus kostum atau atau make up sambil kuliah. Nggak mau kostum, jadi saya disuruh kursus make up. Kebetulan saya suka dandanin orang dari kecil. Jadi tahun 2009 saya mulai kursus ambil paket 7 bulan. Lalu tahun 2010 mulai kuliah," kata dia.

Aktivitas perkuliahan yang cukup membuatnya sibuk membuat hobi mendandani orang sempat terhenti. Apa lagi selain kuliah, di akhir perkuliahan dia juga disibukkan dengan aktivitas baru sebagai guru.

Setelah lulus kuliah, Absha punya waktu luang lebih banyak. Dia pun memutuskan untuk melakoni usaha jasa tata rias tersebut. Untuk memantapkan tekadnya, guru sekolah dasar (SD) Alwashliyah di kawasan Pondok Kelapa Medan itu juga sempat mengikuti seminar.

Tidak butuh waktu lama bagi Absha mendapatkan pelanggan pertamanya. Dari rekomendasi kenalannya, dia dipercaya merias seorang gadis yang akan ikut lomba fashion show. Ternyata, hasil dandanannya cukup bagus.

"Mereka suka hasilnya, dan jujur untuk promosi bukan dari saya, dipromosikan sama mereka yang sudah pernah saya rias. Umpama saat ada wisuda. Promosi dari-mulut-ke-mulut, karena selain jasa hasilnya tentu jadi pertimbangan bagi orang untuk mempromosikan atau merekomendasi ke kawan-kawannya," ucap perempuan berhijab itu.

Bahkan, setiap ada acara wisuda, Absha kerap jadi penata rias langganan yang dipanggil. Tidak hanya satu orang yang dia dandani, bahkan kata dia pernah sampai sembilan orang. Dengan sepeda motornya, Absha memenuhi panggilan pelanggan. Untuk acara wisuda misalnya, beberapa calon wisudawati akan kumpul di satu tempat. Bergantian satu-persatu dirias.

Menariknya, berbagai cara memikat pelanggan dilakukan Absha. Misalnya, jika pelanggan pertama bisa mengumpulkan total lima orang untuk dirias, Absha tidak meminta tarif lagi alias gratis kepada si pelanggan pertama tersebut.

Dengan datang ke tempat, pelanggan tidak perlu antre ke salon. Apa lagi, sehari jelang wisuda biasanya, pelanggan salon sudah cukup ramai dan harus antre.
 
"Biasanya mereka ke salon, tapi ini saya yang datang. Mereka di titik mana kumpulnya,  nanti saya datang. Lebih praktis kalau panggil make up artist seperti saya kalau lagi musim wisuda, karena ke salon itu biasanya antre lama," ucapnya.

Tidak hanya sehari jelang wisuda, ada total tiga kali biasanya dia akan dipanggil untuk merias mahasiswi yang sama. Dia bersyukur, karena dengan begitu, pelanggan cukup puas dengan hasil riasannya. Untuk yang ingin memesan jasanya, bisa menghubungi ke nomor ponsel miliknya 085276800225 atau mengirimkan pesan ke akun Instagram @rumah_mode_.

Untuk calon wisudawati, Absha mengatakan, dari UIN-SU, Universitas Medan Area (UMA), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan beberapa dari Universitas Negeri Medan (Unimed) kerap menggunakan jasa rias Rumah Mode miliknya.

Tidak hanya itu, Absha juga menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak misalnya bidan untuk pengantin dan henna artist. Menurutnya, terkadang calon pelanggan yang belum punya penata rias akan menanyakan kepada henna artist itu apakah punya kenalan penata rias, begitu pula sebaliknya.

Awal tahun, Idul Adha dan Idul Fitri hingga pertengahan tahun biasanya menjadi masa-masa yang cukup sibuk bagi Anshar lantaran banyaknya konsumen. Sebisa mungkin, dia mengaku akan memenuhi permintaan pelanggan. Minimal sekitar Rp3,5 juta dia kumpulkan setiap bulannya dari hasil merias wajah.

"Namanya hobi, saya suka pekerjaan ini. Apalagi saat ini saya hanya fokus merias saja, jadi sebisa mungkin saya akan penuhi panggilan pelanggan," ungkapnya.

Selain sebagai penata rias, Absha dalam waktu dekat berniat untuk membuka usaha dekorasi hantaran. "Tentunya saya berharap semakin dikenal masyarakat, semakin banyak konsumen, dan usaha yang mau saya lakoni di bidang dekorasi antaran juga segera terealisasi," pungkasnya.(UKM05)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved