Demak Tangkap Peluang Bisnis Alame

Demak Tangkap Peluang Bisnis Alame

Diposkan: 21 Jul 2018 Dibaca: 1335 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Dodol, panganan yang satu ini terbilang menjadi salah satu menu ‘wajib’ yang ditemukan saat lebaran. Ini karena biasanya selalu dihadirkan dan dibuat untuk menyambut hari kemengan, Syawal.

Namun satu tahun terakhir, dodol atau yang akrab disebut alame oleh masyarkat Tapanuli Selatan, semakin mudah didapatkan. Ini setelah, Demak Boru Regar warga Jalan Sibolga, Plamboyan Tapanuli Selatan,  melirik peluang usaha dari alame ini.

Diceritakan ibu empat orang anak ini, sebenarnya dia sudah memulai usaha tersebut sekira lima tahun lalu. Ini bermula iseng-iseng menerima pesanan dari saudaranya yang berada di Kabanjahe.

Ternyata, dodol buatannya mendapat respon yang bagus dari pasar. Dari sini, berbekal promosi dari mulut ke mulut serta memanfaatkan media sosial seperti facebook, membuat permintaan dodol ini selalu ada setiap bulannya.  

Dari Sidikalang sambungnya,  orderan yang datang pun semakin meluas seperti Balige, Sorkam, Padang, Palembang.  Banyaknya pesanan, membuat Demak pun mengaku mulai menseriusi memproduksi alame ini rutin setiap pekannya.

Saat ini, dalam sepekan Demak, berproduksi empat hingga lima kali. Tingginya permintaan, sekaligus menjadi motivasi baginya untuk semakin semangat membangun bisnis produksi rumahan ini. 

“Sudah banyak yang tahu juga, dan banyak yang order. Tidak hanya masyarakat sekitar sini, tapi juga orang yang melintas,”ujar Demak.

Kebanyakan sebutnya, dodol ini, dijadikan untuk oleh-oleh. Seperti pasca lebaran tahun 1439 H, permintaan dodol meningkat. Karenanya, untuk mengantisipasi pengunjung kecewa, dianjurkan untuk  memesan dulu jauh hari sebelumnya.

“Permintaan banyak, maunya kita  harus buat delapan kuali. Tapi saat ini masih 3 kuali saja,”ujarnya dengan masing-masing kuali sebanyak 20 kg. Untuk harga dipasarkan Rp 15.000 per sumpitnya dengan ukuran 250 gram.

Denan mengaku memiliki impian bisa berangkat haji dari usaha alame ini. Disamping bisa menopang sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya kelak.“Ini untuk masa depan anak-anaknya. karena kita tidak punya harta, tidak ada usaha,”ujar Demak yang mengaku pernah berjualan buah salak selama 18 tahun ini. (UKM01)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved