Deborah Kembangkan Hobbi Make Up Jadi Bisnis
Diposkan: 20 Jan 2019 Dibaca: 1002 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Mengembangkan hobi dan bakat bisa menjadi sumber penghasilan yang sangat menjanjikan. Seperti yang dilakukan Deborah Wiyono yang memilih resaign sebagai karyawan bank swasta.
Ini bermula dari penghasilannya yang pas-pasan, sehingga menginspirasinya sekira tahun 2015 untuk mencari penghasilan sampingan. Pilihannya, tidak jauh dari hobinya, make up. Perempuan berusia 27 tahun ini, awalnya, menjalani rutinitas tersebut secara beriringan.
Hingga akhirnya, setelah tidak memiliki waktu luang, memaksanya harus memilih dengan berhenti sebagai karyawan dan fokus mengembang usaha make up yang dirintis dengan investasi Rp 3 juta saat itu.
Owner dan CEO Ey Mazing Beauty Studio ini mengaku langkah pertama yang dia lakukan mengembangkan hobi make upnya dengan mengambil kursus make up di Jakarta.
"Saya tidak pernah berpikir untuk buka usaha seperti ini. Awalnya saya karyawan bank swasta di Medan. Terus dari sini, saya pikir kalau penghasilan seperti in tiap bulan sepertinya kurang menarik. Tahulah gaji karyawan swasta berapa," ujar Deborah Wiyono baru-baru ini.
Diawal memulai usaha ini, Deborah mengaku jemput bola dengan door to door. Hal ini berlangsung hampir satu tahun lamanya.
"Jadi awalnya, tidak ada studi, toko atau salon. Saya mulai ya dari rumah ke rumah, sesuai panggilan. Jadi saya itu hanya taruh di sosial media," ujarnya.
Mendapat respon yang bagus dari konsumen, membuatnya semakin optimis akan usaha yang dirintis tersebut memiliki prospek menjanjikan. Hanya saja, tantangannya, jasa make up tersebut hanya diorder pada musim-musim tertentu saja seperti wisuda dan wedding.
Hal ini membuatnya berpikir keras, agar jasa make up ini tidak hanya diminati pada musim tertentu saja. Hingga akhirnya dia kembali mengasah dan mengembangkan ilmu dan wawasannya ke eyelash extension, sulam dan lainnya.
"Dari sini berpikir lagi, apa usaha yang masuk ke make up dan bisa kontiniu, dan berpikiran untuk eyelash extension," ujar Deborah yang terus berupaya meng up grade skillnya dengan terus belajar secara rutin ke Jakarta.
Secara perlahan Deborah membuat studio mini di rumahnya. Berjalan enam bulan kostumernya semakin ramai, dan dia pun mulai tidak nyaman mengelola bisnis di tempatnya yang sederhana. Sehingga terpikir buka toko.
“Awalnya di Palladium dan karena semakin ramai, akhirnya buka gerai di kawasan Dazam Raya,"ujar Deborah yang saat ini sudah merambah dengan membuka kelas kursus.
Tidak hanya itu, Deborah mengaku setiap waktu selalu mengupgrade potensi agar bisa bersaing dengan pengusaha serupa di Medan. Selain itu juga terus berupaya memberikan Kenyamanan bagi konsumennya. Sementara untuk tarif dia mematok mulai Rp 50.000 hingga Rp 2,5 juta. (UKM01)