Dari Tak Bisa Memasak hingga Punya Warung Nasi Sendiri
Diposkan: 11 Jul 2018 Dibaca: 1404 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Usaha berbasis kuliner menjanjikan beragam peluang. Satu diantaranya dengan membuka warung nasi.Konsep usaha kuliner komplit yang menyediakan mulai dari nasi beserta lauk pauk, sayur, dan camilan.
Saat ini, di zaman yang serba ingin cepat dan instan, orang-orang di hadapkan pada pilihan ingin makanan yang tidak ribet. Ya bagaimana caranya bisa makan tanpa harus masak. Makanya, warung nasi solusinya. Peluang usaha ini tak disia-siakan Indras Sulistiowati saat mendapat tawaran oleh sang suami Rony Devand untuk berdagang di kantin perbankan.
Indras bercerita, saat itu masih tahun 2003 ia memulai usaha warung nasi tersebut tepatnya di kantin Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol dengan anggota 2 orang. Semua menu yang disajikan selalu habis dibeli sehingga membuat nya semangat berjualan meski sebenarnya dalam masak memasak ia bukan jagonya.
“Bahkan kalau bisa dikatakan saya itu enggak pandai masak. Namun, support suami begitu kuat dan saya akhirnya menjalani usaha ini. Memang tiga bulan pertama saya cukup gamang dalam, di mana anak saya sudah dua pada waktu itu. Alhamdulillah semua terlewati, sekarang sehari bisa menghabiskan 12-15 kg beras dan anggota yang ikut saya bekerja sekarang sudah bertambah menjadi depan orang,” kata ibu 3 orang anak ini pada UKMKOTAMEDAN.COM saat dijumpai di tempat usahanya di Food Court JW. Marriott Jl. Putri Hijau No.10, Rabu (11/7/2018).
Menggunakan label anak pertamanya Nabila, usaha kuliner yang ia jalani pelan-pelan namun pasti terus hidup. Bahkan, kini juga menerima tempahan nasi kotak, kue basah, tumpeng, catering dan kue kering untuk hari-hari besar. Dari yang dulunya hanya bermodalkan awal Rp 3 juta kini mendapatkan penghasilan sekita Rp 20 juta per bulannya.
“CV Nabila ini juga ada di kantin Telkomsel yang berada di Jalan Putri Hijau, namun karena di sana sistem vendor kami dapat jatah berjualan dua bulan sekali,” ucapnya.
Untuk belanja kebutuhan untuk berjualan sehari-hari Indras mengatakan sudah memiliki pelanggan tetap hanya tinggal pesan dan ia mengambil barang pesanannya di pasar tradisional pelanggannya.
Perempuan kelahiran 3 Januari 1972 ini berharap kedepannya usaha yang ia jalani terus berkembang omset yang diperoleh juga jauh lebih bagus dan bisa menjadi catering nasional.
“Namanya usaha ya pasti akan ada pasang surutnya, ada juga kendala seperti bila naiknya harga pokok. Namun harga nasi yang saya jual tidaklah mungkin naik dan tetap semangat dalam menjalani usaha ini. Semoga bisa membuka satu restoran besar nantinya,” tukas anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini. (UKM03)