Dari Sekadar Fans PSMS, Kini Jadi Bosnya PebeShop12
Diposkan: 09 Sep 2018 Dibaca: 1432 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Bagi suporter PSMS Medan, Pak Baho atau Pebe, sapaan akrab Saut FJ Naibaho (37 tahun) mungkin tidak asing lagi di telinga.
Baik itu suporter SMeCK Hooligans atau kelompok suporter tim Ayam Kinantan lainnya, nama Panglima Aksi SMeCK Hooligans dengan ciri khas memegang Toa dan memakai topi khas Koboi warna putih itu cukup dikenal karena aksinya memanaskan atmosfer dukungan kepada tim kesayangan saat bertanding di Stadion Teladan Medan.
Dikenal di Kota Medan dan sekitarnya, dia melihatnya sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai usaha dengan mengambil singkatan namanya, Pebe, Pak Baho membuat brand baju pebeshop12 sejak 2011 silam.
Kepada UKMKOTAMEDAN.COM, jebolan stand up comedy academy (SUCA) 2 2016 itu menceritakan, keputusannya memilih usaha kaos. Selain bentuk dukungan kepada PSMS, juga agar lebih eksis.
"Selain PSMS, awalnya dulu hanya ingin menunjukkan karya di bidang ini, biar orang tahu aja bahwa Pak Baho buat baju. Karena dulu bajunya kan gambar aku kubikin. Mempromosikan PSMS-nya tapi melalui SMeCK-nya," ujarnya, Minggu (9/9/2018).
Gayung bersambut, 2012, saat PSMS Medan berlaga di Liga Super 2012, peminat semakin banyak, kendati hanya satu desain yang dia buat, yakni gambar dia sedang menjalani perannya sebagai panglima aksi SMeCK. Produk yang saat itu hanya dijual di sekretariat SMeCK, ludes terjual.
Padahal kata dia, baju tersebut cukup mahal harganya. "Orang ramai ke sekretariat tanya baju Pebe mana. Padahal bajuku dulu paling mahal. Yang lain mungkin beli lokal, disablon, tapi aku ambil di Bandung, Cotton Combed 20S, 24S. Tapi kalau sekarang 30 yang banyak, karena bahannya lebih tipis dan halus," ujar suami dari Novense Saragih (36 tahun) itu.
Di 2012, pangsa pasar yang dirasa cukup baik membuat dia mengaku cari modal untuk memesan tiga lusin baju jenis T-Shirt.
Karena belum paham manajemen dan lantaran penjaga lapak yang menyelewengkan hasil penjualannya Pak Baho mengaku sempat berhenti dari usahanya tersebut. Trauma, kata dia. Bahkan, empat lusin bajunya yang baru datang tidak lagi dia jual, namun dibagikan ke rekan-rekannya. Sisa empat T-Shirt saja yang akhirnya laku lantaran dia titipkan di sekretariat SMeCK.
Tahun berganti, Pak Baho akhirnya kembali memutuskan melanjutkan usahanya tersebut di awal tahun 2018 ini. Dia yang makin dikenal karena merupakan salah satu comic jebolan SUCA, memanfaatkan akun Instagram miliknya, @pakbaho dan membuat Instagram promosi untuk pebeshop12.
"Ekonomi sudah mulai bagus, jadi aku mencoba lagi dengan dua desain. Diterima masyarakat, makin banyak yang membeli karena juga memanfaatkan follower. Pemain PSMS pun minta yang ada gambar Pak Bahonya," beberapa ayah dari Silvia Smeck Angel Naibaho dan Rafael Smeck Hooligan Naibaho itu.
Mengaku tidak paham desain, Pak Baho memilih berkreasi dengan membuat kalimat bernada dukungan kepada PSMS. Kalimat seperti "PSMS Sampai Kiamat", "PSMS Las ni Rohakku", "Made in Smeck, "Today Is Not Monday, Today is #PSMSDAY", "Bidadari Tribun" dan lain-lain.
Kalimat yang mencerminkan dukungannya kepada PSMS pada desain baju miliknya tersebut cukup mendapat respons positif. Saat ini, selain menerima pesanan melalui media sosial, Pak Bagi menitipkannya di toko milik temannya di Jalan Halat No 109 "Toko Bohostore".
Selain berharap konsumen di media sosial, banyaknya anggota SMeCK saat ini kata Pak Baho cukup membuat pebeshop12 semakin laris, khususnya setiap pertandingan PSMS di Stadion Teladan Medan. "Memang, salah satunya dari kawan-kawan di SMeCK. Ibaratnya, kayu sapu pun dicat hijau, dikasih lambang PSMS, terus dibuat gantungan kunci laku. Apa lagi kaos, bagus pula bahannya," ucapnya.
Diakui Pak Baho, dia baru melakukan pemesanan dua kali dalam sebulan dengan masing-masing 80 helai baju setiap pemesanannya, jumlah itu masih tergolong sedikit. Jumlah pemesanan yang relatif kecil itu pula yang membuat pengerjaannya jadi lebih lama, lantaran produsen lebih memprioritaskan pemesanan banyak untuk dikerjakan.
Tapi, Pak Baho menilai, jumlah tersebut masih cukup banyak lantaran usahanya itu masih tergolong baru. Apa lagi, sudah cukup banyak yang melakukan pemesanan. Saat ini kata dia, ada saja pihak dari daerah lain yang memesan produk tersebut. Selain itu juga, seperti di Jakarta, ada rekannya yang bersedia memasarkan.
Soal omset, Pak Bagi menyebut, setiap bulan dia mampu meraih hingga jutaan rupiah. Itu pun, belum semua barang yang dititipkan, penjualannya bisa ditagih. "Banyak barang disebar tapi banyak uang yang tak ku minta. Itulah kekurangan yang mau kuperbaiki. Kalau harga, kita tetapkan satu harga. Rp90 ribu untuk baju dewasa dan anak-anak Rp75 ribu," katanya
Untuk desain terbaru, saat ini, Pak Baho mengatakan, sedang menanti datangnya kaos berdesain wajah kapten PSMS saat ini, Legimin Raharjo. Bahkan kata dia setelah mendapat izin Legimin, sang kapten cukup semangat bahkan menanyakan. "Desain gambar Legimin, izin sama Legimin. Belum datang bajunya, Legimin udah nanya. Dia mungkin mau beli," ucapnya.
Tidak mau muluk-muluk, ke depan Pak Baho berharap bisa mempekerjakan desainer untuk menambah koleksi desain yang telah ada. Tujuannya selain menambah koleksi, peminat bisa lebih beragam lagi.
"Desainer itu ketika aku bilang buat desain begini, dia buat. Karena kadang-kadang kita bisa egois, nggak suka desain yang dibuat orang," pungkasnya.(UKM05)