Dari Reseller Akhirnya Produksi Sendiri, Kini Tata Punya 4 Rekanan Kebab Ceta
Diposkan: 02 Nov 2018 Dibaca: 2241 kali
UKMKOTAMEDAN.COM,MEDAN-Keinginan suami agar Masyitah (40) memilih usaha selain kuliner karena dirasa terlalu menyita waktu dan tenaga, justru membuatnya semakin semangat menjalani usaha kebab frozen atau beku. Ini setelah usaha dengan brand Kebab Dapur Ceta yang dirintis sejak awal tahun 2018 itu, mendapat respon positif dipasaran.
Kepada ukmkotamedan.com, istri dari Sherif Rachman (47) itu menceritakan, di tahun 2013, pernah memulai usaha kebab, namun hanya menjadi reseller. Namun, suaminya menilai usaha tersebut membuatnya bakal terlalu sibuk, menyarankan agar menjual produk fashion saja.
Usaha kebab produksi Surabaya yang dikelolanya, sempat tersendat kendati tidak sepenuhnya berhenti lantaran menuruti saran suami dan akhirnya berbisnis produk fashion. Warga Jalan Al Iman IV No 4 Medan Marelan ini, pun menyelingi usaha jualan produk fashion, namun dengan menjual kebab saat ada pesanan.
Namun usaha fashion ini tidak bertahan lama. Kemudian dia memutuskan membuat produk kebab olahan sendiri. Melihat keinginan kuat Masyitah dan ternyata hasilnya juga cukup bagus, membuat suaminya ‘menyerah’.
"Tapi karena memang passion di kuliner, lanjut lagi awal tahun ini. Suami akhirnya kasih izin. Kalau dulu reseller, kini produksi sendiri, punya langganan sendiri," ujar Tata sapaan akrab Masyitah baru-baru ini.
Rekanan yang sebelumnya sudah ada dia coba untuk menjalin kerja sama baru. Tata mengundang untuk mencicipi produk kebab olahannya. Tanpa tedeng aling-aling, kerja sama terjalin kembali, tidak hanya satu namun beberapa orang mau menjadi reseller produknya tersebut.
Masyitah mengatakan, pemilihan nama Kebab Dapur Ceta lantaran kata Cetak merupakan penggabungan sapaan suami, Buce dan sapaannya, Tata, merupakan merk yang menjual kebab beku atau frozen dengan dua varian rasa, kari ayam dan ayam lada hitam.
Kebab ini jelasnya, menggunakan daging ayam asli yang dimasak dengan bumbu kari dan lada hitam, dicampur sayuran, dibalut lembaran tortilla dan dikemas dalam kotak plastik.
"Dalam satu kotak plastik itu ada empat gulungan kebab. Antara kebab satu dengan lainnya dilapisi plastik biar tidak lengket, lalu dimasukkan ke freezer. Kalau mau dimakan, tinggal dimasak pakai teflon atau wajan, dengan minyak goreng, butter (mentega) ataupun margarin selama dua atau tiga menit, baru dimakan," ucapnya.
Beda dengan kebab lainnya yang biasa menggunakan daging sapi atau kambing, menurut Masyitah, pemilihan daging ayam lantaran hampir semua lapisan masyarakat menyukainya.
Setiap hari atau minimal dua hari sekali kata Tata, dia memproduksi 100 potong kebab. "Alhamdulillah saya ada beberapa mitra reseller, di Marelan ada dua, Martubung ada satu, Belawan satu. Dua hari sekali mereka ambil. Kalau untuk kebab Frozen biasanya tahan sampai sebulan. Yang di sealer (kemasan kertas) tahan sampai empat hari," ucapnya.
Untuk produksi, Tata mengaku dibantu seorang karyawan khusus untuk menggulung dan mengemas kebab tersebut. Sementara untuk daging atau isiannya dia melakukan pengolahan sendiri di rumahnya sekaligus dapur Kebab Dapur Ceta. Selain itu, Tata juga punya sebuah gerai di Jalan Titi Papan Medan. Gerai tersebut buka setiap hari mulai Pukul 16.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib.
Tata mengaku pede dengan produknya tersebut lantaran dibuat dengan bahan daging ayam asli. Sementara soal varian rasa menurutnya baru Kebab Dapur Ceta yang punya. "Rasanya produk kebab teman yang lain belum ada rasa kari ayam dan lada hitam. Biasanya rasa chicken teriyaki, rendang dan original. Lagi pula bahan yang dipakai itu daging ayam tanpa tulang yang digiling dan dicampur bumbu alami, tanpa ada bahan kimia lainnya. Setiap 100 gulung butuh 2 kilo daging tanpa tulang," ungkapnya.
Soal harga, Kebab Dapur Ceta cukup terjangkau. Jika membeli satuan, dibanderol harga Rp 7 ribu. Namun untuk satu kotak isi empat gulung kebab, dia menjualnya seharga Rp30 ribu.
Pengurus komunitas Tangan Di Atas (TDA) Medan ini juga berharap, semakin banyak rekanan yang bekerja sama dengannya. Bagi yang ingin menjalin kerja sama, bisa menghubungi Tata di nomor telepon 081289316868 atau bisa mengirimkan pesan di Instagram @kebabceta.
"Saya ingin punya lebih banyak mitra. Jadi teman-teman yang mau usaha saya bantu di produknya, keuntungan lumayan. Untuk reseller, modalnya minimal cuma Rp360 ribu. Ke depannya saya juga ingin lebih fokus di produksi," pungkasnya.(UKM05)