Dari Online, Nasi Bakar Bu' Lina Laris Manis
Diposkan: 01 Nov 2018 Dibaca: 1235 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Bisnis online belakangan ini terus bertumbuh seiring dengan berkembangnya tehnologi. Tren ini semakin mendukung orang yang ingin memulai usaha tanpa harus memiliki toko konvensional atau lapak.
Salah satunya, Sari Marlina, pemilik usaha Nasi Bakar Bu' Lina yang menangkap peluang dari e-commerce ini. Dia merintis usaha kuliner berbekal hobinya memasak. Kemudian memanfaatkan sosial media seperti, facebook dan instagram, sebagai sarana promosi.
"Awalnya, karena suka bikin sendiri di rumah. Terus datang kawan cicip, katanya enak. Kemudian coba posting di media sosial. Ada yang tanya-tanya, baru dionlinekan dan mulai open order,"ujar Lina sapaan akrab Sari Marlina, Kamis (1/11/2018).
Usaha ini, sebenarnya aku Lina baru dirintisnya sekira enam bulan terakhir. “Mulainya dari online. Selama empat bulan, kita hanya terima orderan dari online. Baru dua bulan ini, kita coba buka lapak. Itu pun karena sering gojek datang ke rumah. Mereka bingung cari warungnya dimana,” ujar Lina.
Selain memasarkan secara online, Lina juga memperkenalkan nasi bakar buatannya ini pada teman-temannya, komunitas serta pengajian-pengajian. “Ada kawan nyobain bawa ke pengajian, ini membantu juga,"ujar anggota Ikatan
Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) ini.
Jadi sambungnya, tidak hanya teman-temannya saja yang mendukung bisnisnya, namun komunitas tempat dia bergabung juga ikut mendukung dan mempromosikan usaha nasi bakar produksi rumahan ini.“Kalau disini, kebetulan tempatnya kecil, hanya bisa melayani beberapa orang saja. Karenanya, orderan kita banyak dari pengajian, arisan dan pesan online,”ujar Lina yang sejak dua bulan lalu punya lapak di Kompleks Tasbih.
Untuk varian rasa, nasi bakar buatannya ini memiliki tiga pilihan masing-masing; ayam, teri ikan, ikan tuna. "Kalau ikan , ada yang pakai petai tergantung permintaan. Tapi Kalau ayam memang nggak pakai petai," ujar pemilik Ig Sari Marlina ini.
Lina mengaku pertama kali, dia menggunakan tongkol biasa. Namun karena rasanya kurang enak dan keras, terakhir beralih dengan ikan tuna.
Nasi bakar Bu Lina ini berbeda dengan nasi bakar umumnya yang bisa ditemukan di Kota Medan. Sebab biasa nasi bakar tersebut, hanya digulung saja. “Kalau Nasi Bakar Bu’ Lina ini kukus, memang ribet dan lama tapi enak,”ujar Lina yang mengaku meracik sendiri menu tersebut.
Enam bulan memasarkan menu tersebut, Lina menyebutkan, rata-rata konsumennya, datang lagi untuk menikmati nasi bakar buatannya. “Semua bilang enak. Awalnya saya pakai selada, terus diminta ganti kemangi karena di dalamnya sudah ada kemangi. Kemudian nambahin timun, terus kostumer minta buat tempe, biar ada uniknya. Awalnya malah tidak pakai sambal. Karena, ada yang mau pedas ada yang tidak. Kalau dulu di online, ditawarkan. Ada yang pedas ada nggak,”ujarnya.
Bagi yang tidak mengkonsumsi nasi, Lina memberikan alternatif lain jika ingin mencoba nasi bakar Bu Lina’ ini. Dengan menggantikan nasi dengan menu tempe atau tahu. “Ada juga yang tidak mau makan nasi, tapi ke pengen makan nasi bakar, kita terima juga. Tapi minimal order 5 porsi dengan mengganti nasi menjadi tahu dan tempe,”pungkasnya.
Untuk diketui, nasi bakar Bu’ Lina ini dipatok diharga Rp 18.000 per porsinya. Tidak hanya sekedar menerima orderan, Lina pun memiliki impian punya restoran nasi bakar kedepannya. (UKM01)