Dari NGO Yunita Banting Stir Bangun Usaha Cake Karakter

Dari NGO Yunita Banting Stir Bangun Usaha Cake Karakter

Diposkan: 28 May 2019 Dibaca: 1237 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Yunita Kusumawaty Nasution (42) warga Jalan Jati, Pasar 4 Gang Setia No 6 Sei Mencirim Sunggal, DeliSerdang banting stir dari pekerjaannya sebagai di salah satu NGO di Aceh dengan menjadi pengusaha cake karakter dan berbagai aneka cake lainnya.

Dengan brand Bbrownscake, ia mengaku membuka usaha cake pada tahun 2015 lalu.

"Mulai 2015 awal, sebenarnya saya dulu kerjanya di NGO di Aceh jadi saya sering pindah-pindah tempat, pas balik ke Medan palingan setelah project selesai," ungkapnya kepada UKMKOTAMEDAN.COM, pada Senin (27/5/2019)

Diceritakannya, ia memiliki anak dan temannya sangat suka main kerumahnya. Dan anak-anak itu sangat suka tanyai kue fondant jadi dari situlah ia mengaku belajar membuat fondant.

"Balik ke Medan akhir 2012 saya juga belum  ketemu fondant halal jadi saya buat aja sekalian dan juga  mulai membuat cupcake, cake, lalu saya posting di Facebook. Kebetulan ada teman yang adiknya even organizer (EO)  atau party planer buat ultah anak," katanya.

Nah, diakunya sejak itulah ia mulai terima orderannya setelah balik dari  Jakarta  selesai projectnya  di 2015.

Usaha cakenya terus mengalami perkembangan padahal ia hanya baru mulai dengan  Instagram  dan banyak hashtag. Nah untuk pemasaran hanya  ke-EO ultah punya temannya dan hanya dari  mulut ke mulut.

Awalnya merintis usaha ini ia sudah membuat beberapa produk yakni cake ultah (karakter) cupcake, cake pop, dan kukis dan belakangan ia juga menerima tempahan coklat.


Ia juga mengaku banyak juga yang dihadapi dalam merintis usaha ini salah satunya gagal produksi tetapi karena ia tipe wanita pantang menyerah sehingga ia tetap semangat.


"Kata bosku dulu saya tuh orangnya persistance yakni jika belum berhasil belum lega," katanya lagi.

Bagaimana caranya ia mampu membuat produk cake karakter yang kita tahu memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, Yunita malah mengaku tidak ada yang sulit. Dimana diakuinya ia membuat sendiri dan belajar secara otodidak.

Untuk harga cakenya ia membanderol mulai Rp5 ribu sampai Rp750 ribu. "Sampai sekarang masih terus belajar. Untuk modal awal saya keluarkan budget Rp5 juta namun dalam seminggu omsetnya antara Rp2- Rp 4jutaan

Ia berharap semoga legalitas usahanya dapatkan legalitas dan usaha ini punya karyawan yang kompeten. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved