Dari Hobi Game, Anak Millenial Ini Raup Rp35 Juta/bulan
Diposkan: 16 Sep 2019 Dibaca: 1150 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Tidak selamanya bermain game berdampak negatif, namun jika ditekuni dan adanya pengaturan waktu serta diawasi oleh orangtua, justru memiliki peluang besar untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.Seperti Renondo Nasution (25) warga Kelapa Gading, Jakarta yang mampu meraup Rp 35 juta setiap bulannya dari industri game.
"Kalau berpandangan buruk dari game itu sebenarnya banyak, tetapi kalau kita ambil sisi positifnya dengan benar bermain game dan menggunakan waktunya dengan benar, apalagi edukasi tidak ditinggalkan maka akan baik baik saja. Bahkan bakal bagus kedepannya," ujarnya kepada awak media disela-sela kompetisi offline first Warriors yang berlangsung di Sun Plaza Medan, Minggu (15/9/2019)
Pria kelahiran 20 Agustus 1994 ini mengaku, 10 tahun kedepan industri game ini diprediksi akan naik. Dan peluang pekerjaan di bidang games sangat gampang. Sebab, eSport disetiap kota sudah ada kantor. Setiap kantor eSport itu membutuhkan 60 orang. Artinya lapangan pekerjaan dibidang game itu sudah pasti ada.
"Jadi mencari pekerjaan di bidang game itu sudah pasti ada banget," katanya.
Saat ini ia mengakui ia bekerja di salah satu eSport yaitu bernama Hararki. Dilain sisiia juga influencer juga dan juga coach didunia gamers.
"Semua ini berawal dari hobi yaitu sejak duduk dibangku taman kanak-kanak," akunya.
Disebutkannya bahwa orang tuanya selalu memberikan suport. Tidak pernah melarang tetapi orang tuanya tetap memberikan waktu prioritas. "Jadi ada waktu untuk tidur, belajar, dan main game," katanya lagi.
Terjun di dunia game ini ditegaskan sangat perlu peran orang tua karena dengan adanya peran orang tua dapat mendidik anak agar dijalan yang benar.
"Kalau orang tua ada salah sedikit bisa menjadi pisau bermata dua, makanya peran serta orang tua sangat penting," ucapnya.
Game pertama yang ia mainin adalah Contras Nintendo. Sekarang sudah jadi coach masih main game tetapi sudah naik kelas yakni free fire. Dan itu dilakukan setiap hari.
"Aku kerja 8 jam di kantor, 2 jam aku gunakan untuk bermain game, karena aku sebagai pelatih harus tau juga game play seperti apa yang sedang ada saat sekarang," ujarnya.
Soal penghasilan sampai Rp 35 juta ia mengakui tegas. Itu ia peroleh dari kontrak pada event first Warriors karena bakatnya dibidang game. Namun jika tidak ada even Stabil penghasilan yang ia peroleh dari dunia game ini mencapai Rp 20 juta perbulan.
"Semuanya dari game, mulai Jualan diamond, jadi influencer dan bidang lain di dunia game," ujarnya.
Sehingga ia berharap, dengan event-event seperti First Warriors ini terjaring pebakat pebakat gamer yang nantinya dapat bergabung di industri game yang dipastikan akan terus naik Kedepannya.(UKM06)