Dari Hobi, Anton Ubah Tempurung Kelapa jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah

Dari Hobi, Anton Ubah Tempurung Kelapa jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah

Diposkan: 14 Apr 2019 Dibaca: 80 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Anton (40) warga Jalan Marelan Raya Gg. Mesjid Al Iman berhasil mengubah tempurung atau batok kelapa menjadi kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Karyanya bukan hanya cantik tetapi juga dipasarkan dengan harga fantastis.

Tempurung kelapa biasanya terbuang dan tidak bermanfaat jika tidak diolah oleh tangan-tangan kreatif. Peluang ini yang ditangkap Anton pemilik usaha kerajinan tempurung kelapa dengan brand Lardzeo Coconut Craft.

"Saya dirikan usaha ini sejak tahun 2012 lalu diawali sebenarnya dari hobby dan suka dengan seni dan karena pertimbangan bahan dasar yang bisa dikatakan mudah didapat dan batoklah yang dijadikan bahan dasar utamanya," jelas Anton, Minggu (14/4/2019).

Sebenarnya aku Anton, usaha ini sudah dimulai sejak tahun 2010 lalu, di Tangerang. Saat itu ia masih bekerja sebagai mitra kerja PT. Pertamina Gas.

"Usaha ini sudah saya rintis sebenarnya sejak 2010 lalu di Tangerang, awalnya alasan saya selain hobi dan suka, prospek usaha ini saya nilai  sangat baik, tinggal kemampuan seberapa banyak yang bisa kita memproduksinya, karena bisa dikatakan permintaan pasar cukup baik," ungkapnya lagi.

Untuk mengembangkan usaha kerajinan dari tempurung kelapa ini ia mengaku sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) namun inilah yang menjadi kendalanya. Saat ini ia memiiki kesulitan menciptakan SDM.

"Saat ini saya memiliki kesulitan menciptakan SDM,"ujar ayah 3 anak ini.

Untuk bahan baku akunya, sejuah ini memasok dari penjual kelapa di pasar-pasar tradisional. Sehingga tidak ada kendala karena masih mudah didapatkan.

Sejak serius menjadikannya sebagai peluang usaha 2012, Anton sudah menghasilkan berbagai jenis karya seni dari tempurung kelapa ini. Seperti asbak rokok, tas, aksesoris, gelang, kalung, frame foto, frame cermin, hiasan dinding, lampu hias, aneka suvenir dan tali pinggang.

"Semua produk saya ini masih dipasarkan di lokal seperti di Berastagi, Medan, dan Danau Toba, produk tempurung ini kerap menjadi buah tangan turis yang sedang datang ke Kota Medan," katanya.

Selain sebagai buah tangan, produk buatannya pun sering dipesan untuk kebutuhan souvenir. Dalam sebulan permintaannya bisa mencapai 3000- 4000 pcs.  Sedangkan harga, aneka produk ini dipasarkan mulai Rp 5 ribu sampai Rp 5 juta.

"Saya berharap kedepannya akan terus tumbuh pelaku usaha pembuat kerajinan tempurung dan semoga usaha ini semakin maju," pungkasnya. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved