Dari Coba-coba, Skill Melukis Mural Jadi Ladang Bisnis Diki
Diposkan: 22 Nov 2018 Dibaca: 1151 kali
UKMKOTAMEDAN.COM,MEDAN-Mural adalah seni melukis dengan media dinding atau tembok. Belakangan ini, lukisan mural digandrungi masyarakat terutama pemilik kafe dan hotel.
Selain membuat suasana menjadi lebih berbeda, mural juga memiliki manfaat psikologi positif bagi penikmatnya.
Hal inilah membuat Diki (36) warga Jalan Tangguk Bongkar No 11 Medan ini meneruskan bisnis mural yang diakuinya berawal hanya coba-coba dengan menggunakan media dinding kamar kosnya.
Diki, ayah 4 anak ini mengakui ia sebenarnya konsen dibidang tato artis. Namun, 4 tahun lalu, ia mencoba melukis di dinding kamar kosnya, ternyata menarik dan mencuri perhatian temannya. Hingga akhirnya, temannya meminta untuk melukis dinding kafe agar suasana yang berbeda.
Setelah itu sambungnya, kreasinya ini dipromosikan dari mulut ke mulut dan juga media sosial, lukisan muralnya menjadi pilihan para pencinta mural. Meski muralnya bergenre horor, namun ia tetap berusaha menyesuaikan dengan permintaan kliennya.
“Untuk di Medan sudah beberapa pengusaha kafe yang menggunakan jasa saya, ada juga hotel dan bahkan ada juga yang langganan, karena kafenya setiap bulan ganti suasana”, jelas Diki kepada UKMKOTAMEDAN baru-baru ini.
Diki mengaku tidak mematok harga mahal pada lukisan muralnya ini. Untuk satu kamar anak dengan mural yang sederhana hanya Rp 500 ribu. Kliennya terima bersih, untuk cat dan kuas Diki yang menyiapkan. Namun, bisa juga dengan sistem borongan.
Diki mengaku tidak pernah sepi peminat. Dalam sebulan bisa ada 4 permintaan mural. Dan kebanyakan kafe dan hotel, kalau rumah hanya sekali sekali saja.
Untuk memulai bisnis mural diakuinya yang paling penting adalah skill. Kalau sudah ada basic melukis pasti bisa menjalankan bisnis ini karena modal lainnya hanya kuas dan cat.
Ternyata mengapa mural disukai masyarakat saat ini, Diki yang juga seorang pengajar melukis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Harapan Mandiri ini mengatakan karena mural juga dapat mengubah mood seseorang.
Dicontohkannya, ada temannya memintanya melukis mural pemandangan kampung halaman orang tuanya. Ternyata setelah selesai, orang tuanya yang ingin sekali pulang kampung menjadi terobati dengan melihat mural yang dilukis Diki. Artinya, mural bukan hanya sekedar lukisan namun memiliki manfaat yang positif bagi penikmatnya.
“Saya tidak sendirian menjalankan bisnis mural ini, saya juga melibatkan istri saya, karena dia (istrinya) juga memiliki skill melukis,” pungkasnya. (UKM06)