Dapur Juadah Kampoeng, Produknya Selalu Beda dari Yang Lain

Dapur Juadah Kampoeng, Produknya Selalu Beda dari Yang Lain
Ismawati Lubis

Diposkan: 03 Dec 2018 Dibaca: 1011 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Persaingan bisnis kuliner semakin sengit. Butuh inovasi agar bisa bertahan di tengah-tengah bermunculannya pengusaha baru dengan berbagai camilan yang tak kalah lezat.

Nah, hal ini dipahami benar oleh Dapur Juadah Kampoeng. Sehingga, pemiliknya Ismawati Lubis selalu mengeluarkan produk yang tidak pernah sama dengan UKM lain.

Meski diakuinya, ia menjajal usaha UKM berawal hanya iseng saja, namun akhirnya ia mahir dalam triknya untuk bertahan. Melalui brand Dapur Juadah Kampoeng, Imawati Lubis menjual beragam produk berbeda dari yang lain.

Misalnya makaroni, ini jenis kudapan khas Melayu yang sangat jarang ditemukan di Kota Medan, kukis Melayu, dan juga bangkit Melayu kemudian bumbu lutis (bumbu rujak) siap saji. Kapan berniat makan rujak, tak susah lagi buat bumbu rujak karena dengan bumbu lutis kemasan miliknya menikmati buah akan lebih nikmat dan segar.

Imawati mengaku semua produknya sudah bersertifikasi halal. Jadi ia meyakinkan masyarakat agar tidak ragu dengan produk miliknya.

"Semua produk saya ini sudah ada sertifikat halalnya, jadi masyarakat jangan ragu dengan produk saya," katanya.

Usaha rintisannya ini diawali dengan produk kacang tojin dan bangkit Melayu. Pesanan ramai pada saat mendekati lebaran. Sehingga untuk hari hari biasa ia menjual produk yang disukai banyak orang seperti kripik, makaron, bumbu lutis.

"Kacang tojin dan kue bangkitkan hanya banyak laku mendekati lebaran makanya saya menghadirkan produk lain agar bisa dijual di hari biasa, dan produk saya ini saya pastikan gak sama dengan yang lain," tegasnya.


Lebih lanjut, Imawati Lubis mengaku saat ini ia punya produk baru yaitu krepix Kampoeng chip. Mirip seperti keripik bawang , bedanya jika keripik bawang terbuat dari tepung terigu, krepix ini terbuat dari tepung tapioka.

"Ini buatnya lebih sulit dari buat keripik bawang, salah adon bisa lengket kayak lem , kan dari tepung tapioka kalau dimedan namanya tepung kanji," jelasnya.

Ia berharap usahanya ini terus berkembang dan terus menelurkan produk produk beda sehingga bisa dipasarkan di event event juga dititip di supermarket. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved