Craft Medan Buat Kaktus Rajut

Craft Medan Buat Kaktus Rajut

Diposkan: 01 May 2018 Dibaca: 734 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-MEDAN

Komunitas rajut di Medan terus mengembangkan kreativitas. Seperti Selasa (1/5/2018) di Jalan Balam Gang Silalahi, Sei Sikambing B, sejumlah anggota Craft Medan mendapat kesempatan meng up gade ilmu dengan kehadiran Wiken Astuti, instruktur craft asal Malang.

Wiken sering memberikan pelatihan dan sharing ilmu untuk berbagai keterampilan. tidak hanya merajut, sulam namun masih ada sejumlah keterampilan lainnya. Kali ini di Medan, kehadirannya di Medan, mendapat respon positif dari perajut dengan membuat karya seperti kaktus rajut, tulip dan mawar.

“Disini, kita membuat kaktus dan mawar,”ujar pemilik Lembaga Pelatihan Sekar Sufi ini. Pembuatan karya tersebut sesuai dengan permintaan Craft Medan. Dalam proses pembuatan kaktus ini, sebutnya bisa juga dibuat perajut pemula. Asalkan,menguasai tehnik dasar merajut. “Jadi kalau pas keliling seperti ini, tergantung apa yang diminta mau buat materi apa,”ujar Wiken seraya menambahkan sharing ilmu ini diberikannya secara gratis.

Dalam membuat kaktus ini akunya sebenarnya tidak rumit. Namun melalui pelatihan yang digelar ini, dia memberikan pola dan tehnik membuat karya tersebut agar bisa dikerjakan dengan baik dan mudah.

Koordinator Craft Medan, Andriyani Silalahi, menyebutkan kegiatan yang digelar hari ini merupakan bagian dari Kopdar bulanan.Terlebih dengan kedatangan tamu yang memiliki keterampilan merajut, Wiken  Astuti yang karyanya banyak dipasarkan di luar negeri seperti Australia.

“Kebetulan ada tamu dari Malang, jadi kita manfaatkan untuk menyerap ilmunya. Apalagi ini diberikan secara gratis. Disini kita belajar agar karya yang dibuat semakin rapi dan bagus”ujarnya.

Kaktus, ros dan tulip rajut ini sebutnya, dibuat tiga dimensi sehingga hasilnya seperti benaran. Kopdar kali ini, diikuti member yang rata-rata yang sudah mahir merajut. “Tapi sebenarnya, ini tujuannya selain sharing juga untuk silaturrahmi sesama penghobi dan juga anggota yang sudah menjadikannya sebagai bisnis,”ujarnya.

Biasanya sebut Dini, kopdar bulanan, juga diberikan secara gratis. Hanya saja masing- masing peserta membeli atau menyediakan bahan-bahannya. “Disini ada juga galerynya. Kalau di Medan ini masih banyak yang merajut ini hanya untuk mengisi waktu luang saja.  Iseng-iseng yang bisa menghasilkan,”ujarnya.

Dini pun mengharapkan adanya dukungan dan perhatian pemerintah perempuan yang ingin meningkatkan penghasilan keluarga. Seperti melalui pameran gratis, agar tidak memberatkan. Sehingga dapat memotivasi lebih banyak lagi perempuan kreatif yang berkarya dan berpenghasilan. (UKM01)


Tags

2 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2020. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved