Cita-Citanya Pramugari, Syefri Malah Sukses Kreasikan Bouqet dan Dekorasi Hantaran
Diposkan: 26 Jun 2019 Dibaca: 1088 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Cita-cita memang tidak selalu dapat tercapai. Pun, meskipun tidak terwujud belum tentu tidak menemukan jalan kesuksesan. Ini yang dialami wanita cantik ini.
Syefri Fahwani (24) warga jalan Ampera No 40 Bantan Timur ini sejak kecil hingga ia tamat sekolah memiliki cita-cita yang diimpikan banyak wanita di Indonesia yaitu pramugari. Namun saat tamat di bangku sekolah, ia malah lanjut mengenyam pendidikan jurusan keguruan.
"Dulu saya ingin sekali jadi pramugari tetapi saat saya tamat sekolah justru saya melanjutkan pendidikan di lain jurusan. Saya ambil keguruan," ungkapnya.
Usaha dengan brand @hantaran_phiepiebouquet ini diakuinya berdiri tahun 2016 silam. Berawal membuat bouqet bunga untuk dirinya sendiri karena selesai sidang skripsi. Namun, ia mencoba menjual keteman-temannya. Saat itu bouqet buatannya terbuat dari kertas crepe dan harganya dibanderol hanya Rp45 ribu saja.
"Awalnya dari buat bouquet bunga untuk Aku sendiri karna saat itu Baru selesai sidang skripsi, trus coba Jual ketemen yang bahkan bahan bouquetnya dari kertas crepe dan aku Masih ingat banget bouquet pertama yang aku jual dengan harga Rp45 ribu. Nah setelah itu dapat tawaran buat bantu dekorasi hantaran sampai akhirnya mulai berkelanjutan coba kembangin usaha juga ke dekorasi hantaran. sambil tetap buat bouquet. Dan alhamdulillah usaha terus jalan sampai sekarang," jelasnya, Rabu (26/6/2019).
Wanita yang akrab disapa Pepi ini mengaku modal awal menjalankan usaha ini ia hanya mengeluarkan uang Rp20 ribu dan untuk membuat bouqet bunga dan dekorasi hantaran itu ia belajar dari Chanel YouTube. Dan ia terus berkreasi hingga produk buatannya mendapat tempat di hati Konsumennya.
Namun, saat ini ia mengalami kendala dalam menjalankan usaha ini dimana harga produk dan bahan baku sangat jauh berbeda.
"Kendalanya harga sewa dan jasa hias semakin murah sementara harga bahan untuk keperluan dekorasi semakin melonjak naik tidak sebanding dengan harga Sewa yang semakin turun akibat dari banyaknya pengusaha baru yang datang dan buat harga di bawah pasar," keluhnya.
Untuk bertahan mau tidak mau ia juga harus menurunkan harga agar tetap bisa berjalan sampai sekarang.
Kendati demikian, setiap minggu ia selalu ada orderan. Paling banyak untuk acara hantaran/lamaran dan ada juga untuk wedding.
"Sekarang saya banderol Rp350 ribu/ paket. Itu sudah termasuk sewa & jasa hias," akunya.
Dan pada usianya yang muda ini ia setiap bulannya sudah memperoleh Rp2-5 juta/bulan. Sehingga ia berharap usahanya ini bisa buka cabang dan buka banyak lapangan kerja. (UKM06)