CII dan Distan Tapsel Latih 25 PPL untuk Pendamping Petani Sawit

CII dan Distan Tapsel Latih 25 PPL untuk Pendamping Petani Sawit
Suasana kegiatan pelatihan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan kader petani untuk peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan kegiatan sekolah lapang yang digelar CII bersama Distan Tapanuli Selatan di PTPN 4 Batang Toru. (ist)

Diposkan: 01 Sep 2018 Dibaca: 1399 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tapanuli Selatan bekerjasama dengan Conservation International Indonesia (CII) mengadakan kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 25 orang Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan kader petani untuk peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan kegiatan sekolah lapang.

Kegiatan yang digelar mulai 27 Agustus  dan ditutup hari ini (Sabtu 1/9/2018) di perkebunan PTPN III Batang Toru, menargetkan, di tahun 2018, ada 350 petani swadaya kelapa sawit yang berkebun di kawasan APL (Area Pengguna Lain) didampingi untuk menerapkan prinsip-prinsip perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan sebagai bagian dari program GGP-UNDP (Good Growth Partnership-United Nations Development Program).

Senior District Program Coordinator Conservation International Indonesia, Isner Manalu, mengatakan, minimnya produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat membuat para petani perlu dilakukan pendampingan agar hasil sawitnya meningkat.

“Produktivitas perkebunan kelapa sawit masyarakat saat ini masih sekitar 10-12 ton per hektar per tahun. Hal ini karena kurangnya pengetahuan petani mengenai perawatan kebun yang baik. Dengan adanya pendampingan, petani sangat berpotensi untuk meningkatkan produktivitas hingga 10-15%. Selain peningkatan hasil, juga sangat penting menerapkan cara berkebun yang memperhatikan kelestarian alam," ujarnya.

Salah satu peserta, Ramadianto (PPL Kecamatan Batang Toru) menuturkan, usai mendapatkan materi pada kegiatan tersebut, selanjutnya  dirinya akan  memberikan pendampingan kepada petani sawit.

“Setelah kegiatan ini, kami akan melanjutkan untuk membagi ilmu yang kami dapat kepada petani. Harapannya, petani mampu menerapkan cara budidaya kelapa sawit yang baik untuk bisa mendapatkan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System). Namun salah satu tantangan adalah biaya sertifikasi yang cukup mahal. Ke depannya, perlu dukungan dari berbagai pihak," ujarnya.

Diswan Saragih dari PTPN III menyambut baik kegiatan ini, karena akan melaksanakan pelatihan untuk petani di sekitar kebun mereka. “Di tahun ini, targetnya PTPN III akan mengoperasikan kembali pabrik kelapa sawit di sini. Sehingga, kami tentunya membutuhkan pasokan buah kelapa sawit yang berkualitas baik dari para petani yang ada,” ungkapnya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Tapsel, Iswal Parningotan  mengatakan, kegitan tersebut merupakan kali pertama  dilakukan intensif. “PPL pertanian baru pertama kali ini mendapatkan pelatihan yang intensif tentang perkebunan kelapa sawit bahkan langsung praktek di kebun.

Pada dasarnya, pengetahuan PPL saat ini mayoritas untuk komoditas padi, jagung, dan kedelai. Padahal, di kecamatan Muara Batang Toru, Batang Toru, Angkola Sangkurnur, dan Angkola Selatan, kelapa sawit adalah komoditas yang utama," bebernya.(UKM05)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved