Chairani Bangun Mimpi dengan Kreasi Dream Catcher

Chairani Bangun Mimpi dengan Kreasi Dream Catcher

Diposkan: 24 Oct 2018 Dibaca: 1316 kali



 
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Keinginan membuat usaha kerajinan terkadang terbentur ide atau apa yang mau dibuat, plus ketiadaan keterampilan.

Namun bagi yang mau berusaha, biasanya akan mencontoh hasil karya orang lain dan membuat beberapa perubahan agar tidak disebut plagiarisme, termasuk Chairani Tambunan.

Nama produknya dream catcher atau penangkap mimpi. Diinspirasi harapan agar memperoleh cita-cita, memberikan tidur yang nyaman dan bahkan menolak bala, jaring mimpi dibuat. Kepada ukmkotamedan, Rabu (24/10/2018), gadis berusia 26 tahun itu menceritakan, perkenalannya dengan dream catcher berawal di 2013 ketika mengunjungi Pulau Samosir untuk berwisata.

"Sekitar 2013 lalu saya ke Samosir. Saat jalan-jalan di sekitar, saya ada melihat aksesoris kalung cantik yang namanya dream catcher. Lalu aku tertarik beli, kebetulan harganya cukup murah dan saya juga suka bentuknya. Sampai di rumah penasaran bagaimana pembuatannya lalu saya bongkar. Saya lihat satu-persatu tekniknya, lalu saya buat ulang. Hasilnya cukup bagus," ucap mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Medan Area (UMA) semester akhir itu.

Keuletannya dalam membuat kerajinan tangan merupakan hasil dari didikan orang tuanya yang selalu mendidik anaknya tidak hanya membeli mainan tapi juga bisa membuat mainan itu sendiri dengan tangannya.

Dari situ, dia bertekad untuk menjadikan dream catcher sebagai kerajinannya. Apa lagi, bermodalkan berbagai keterampilan seperti merajut dan membuat ukiran, membuat jaring mimpi tidak ada kesulitan berarti baginya. Benang, kardus, bulu unggas, gelang, hingga pita dikreasikan sedemikian rupa sehingga membentuk jaring mimpi yang cantik.

Untuk bulu unggas, biasanya dia menggunakan bulu ayam atau angsa, sementara jika ada pesanan untuk mengganti bulu dengan bulu elang, merak atau yang lainnya, dia juga menyanggupi. Filosofi jaring mimpi ini, bahwa mimpi itu tidak terbatas. Orang bisa saja bermimpi apa saja. Untuk itu, jaring mimpi juga dibuat dengan banyak jenis dan bentuk seperti juga mimpi," ucapnya.

Mulai jaring mimpi berukuran kecil hingga berdiameter lebih dari 1 meter dia buat dengan waktu pengerjaan variatif. Yang kecil bisa selesai dalam waktu hitungan jam, sementara untuk yang berukuran besar memakan waktu hingga empat hari. "Kalau yang kecil dua jam selesai. Kalau yang besar bisa sampai empat hari tergantung tingkat kesulitannya. Untuk dream catcher yang besar biasanya saya kerjakan 5 hingga 8 jam tiap hari," ucapnya.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu biiasanya membuat jaring mimpi di malam hari, saat orang-orang biasanya beristirahat. Kata Chairani, dia memang sulit tidur malam hari.

Jaring mimpi yang dia perkenalkan lewat akun Instagram @bumimpi itu memiliki ukuran yang berbeda-beda dan harga yang berbeda pula. Semakin besar diameter yang dibuat atau keinginan konsumen dan mungkin pengerjaannya lebih rumit, harganya akan lebih mahal. Dari yang paling kecil dia menghargai kreasinya itu seharga Rp35 ribu, sementara yang terbesar bisa mencapai Rp600 ribu.

Diakuinya, cukup sulit awalnya untuk memasarkan produknya. Namun seiring waktu, dream catcher yang lebih dulu populer di Pula Jawa tersebut perlahan mulai banyak peminatnya. Tidak hanya wilayah Medan sekitarnya, tapi uga sudah merambah keluar Negeri, seperti negara China di Asia dan Eropa seperti Polandia dan Jerman.  

Tidak itu saja, handicraft miliknya itu tak jarang diajak untuk mengisi sejumlah pameran di Kota Medan atau di kota lainnya seperti Bandung dan lain-lain. Dia juga memanfaatkan jasa e-commerce (situs belanja online) seperti kelapa.com.

Dia berharap, kerjakan dream catcher miliknya itu akan semakin dikenal masyarakat. Apa lagi, dia mengaku itu bukan benda yang dulunya sempat dihubungkan dengan segi mistis atau klenik, namun murni sebagai kerajinan tangan.(UKM05)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved