Cerita Latif Fahri Merintis Usaha Ternak Kalkun

Cerita Latif Fahri Merintis Usaha Ternak Kalkun

Diposkan: 21 Jan 2019 Dibaca: 1464 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Beternak ayam kalkun ternyata lebih mudah dan menguntungkan dibanding beternak ayam kampung dan jenis unggas lainnya. Bahkan pakannya juga sangat mudah diperoleh dengan harga terjangkau.

Ternak kalkun yang terbilang jarang dilakoni oleh masyarakat ini, ternyata membuat tergiur salah seorang warga Jalan Sederhana Ujung Gang Bakung 22 Desa Sambirejo Timur  Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Latif Fahri namanya. Pada usia yang sangat muda, dia berani mencari peruntungan dari budidaya ternak ayam kalkun. Usaha Budi daya ayam kalkun ini dilakoninya sejak tahun 2013 lalu. Semuanya berawal dari hobi dan melihat peluang bisnis yang cukup besar. Karena masih jarang ditemukan masyarakat memelihara dan membudidayakan kalkun di kawasan Kota Medan maupun Di Deliserdang.

"Awalnya saya mempunyai indukan kalkun sebanyak 7 ekor dan jantannya 1 ekor, bibitnya saya peroleh dari teman saya di Jawa, melihat usaha teman saya itulah saya tertarik," jelasnya kepada UKMKOTAMEDAN.COM, Senin (21/1/2019) di peternakannya.

Latif terus fokus beternak kalkun kendatipun lahan yang dimilikinya tidak begitu luas. Ia hanya memanfaatkan lahan samping rumahnya. Dan kandang kalkun miliknya hanya sederhana namun sangat nyaman buat ternaknya karena kalkun tersebut terlihat bebas meski di dalam kandang.

Perkembangan budidaya kalkun ini cukup pesat, terbukti saat ini Latif Sudah memiliki 50 lebih indukan yang setiap hari bertelur.

Saat ini karena banyak permintaan, Latif juga fokus menetaskan telur-telur kalkun menggunakan mesin tetas yang dibelinya dari Solo seharga Rp4 juta Lebih. Mesin tetas yang bernama revolver ini mampu menetaskan 300 telur Dengan masa panen 26-28 hari pasca dimasukkan di dalam mesin penetas.

"Permintaan Sangat besar dan malah kekurangan. Permintaan berdatangan Dari Aceh, Pekanbaru, Tanjungbaru Madina, Sidimpuan, dan Karo. Banyakan dari luar yang membeli anakan. Biasanya pembeli untuk dipelihara," tuturnya.


Anakan kalkun yang sudah menetas sudah bisa dipinang oleh pembeli. Rata-rata usia anakkan  yang  ia jual di kisaran usia 1 hingga 2 bulan. Per 1 ekor untuk usia 1 bulan dibanderol Rp100 ribu, usia 2 bulan Rp150 ribu.

"Usia anakan kalkun 1 dan 2 bulan  permintaan nya lebih tinggi karena harganya terjangkau. Semakin besar maka akan semakin mahal sehingga anakan lebih diminati,"paparnya.

Dan yang paling menariknya selain perawatan kalkun yang tidak sulit, pakannya juga sangat murah. Dalam sebulan untuk pakan ternak kalkunnya berjumlah 50 indukan ditambah sejumlah pejantan dan anakan, ia hanya mengeluarkan biaya Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu per bulan. Sementara penghasilannya dari menjualan anakan bisa memperoleh Rp 10 juta/ bulan. Bisnis yang menggiurkan.

"Pakannya murah, saya hanya kasi makan event gondok dan kangkung yang saya ambil dari sawah di dekat rumah, dan untuk pelengkapnya saya kasi dedak perkilonya hanya Rp2 ribu/kg. Jadi cukup mudah dan murah beternak kalkun ini," pungkasnya sambil memberi makan ternak-ternaknya," tandasnya.(UKM06)


Tags

1 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved