BI Sumut Harapkan Rumah Produksi Kopi di Karo Menjadi Sumber Ekonomi Baru
Diposkan: 03 May 2019 Dibaca: 853 kali
UKMKOTAMEDAN COM, KARO- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) meresmikan pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa rumah produksi kopi kepada Kelompok Tani (Poktan) Sinergi Fajar Harapan di Desa Suka Mbayak, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Kamis (2/5/2019).
Kepala KPw BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, pemberian bantuan itu merupakan bentuk kelangsungan komitmen BI dalam rangka memberi kontribusi sekaligus bersinergi dengan pemerintah daerah (Pemda). Guna mencari komoditas untuk dapat dijadikan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
"Sejak tahun 2016, kami sudah bekerja sama dengan Poktan Sinergi Fajar Harapan dalam membudidayakan demplot kopi. Mereka memiliki komitmen dan kemauan yang keras untuk mengembangkan kopi yang kami klasifikasikan sebagai klaster. Kita coba kembangkan kopi di Sumut agar menjadi salah satu sumber devisa," ujarnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada tiga komoditi unggulan di Sumut. Diantaranya, kopi setelah sawit dan karet.
"Di tahun 2019 ini, kami memiliki dua program. Pertama, kami akan tetap konsentrasi terhadap komoditi strategis yang berkaitan dengan inflasi. Kedua, kami akan konsentrasi ke komoditi-komoditi yang kami namakan komoditi unggulan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat. Baik itu kopi, bawang merah dan lainnya. Sepanjang memiliki prospek untuk menunjang ekspor kita," jelasnya.
Ia berharap, rumah produksi kopi tersebut bisa menjadi sentra produksi kopi dan dapat menjadi rujukan (pilot project) bagi daerah lain. Serta dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan harapan kopi Karo itu menjadi kopi unggulan di Sumut.
Bupati Kabupaten Karo, Terkelin Brahmana mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh BI. Ia berharap hal tersebut dapat menjadi trigger untuk pemberdayaan masyarakat di Desa Suka Mbayak.
"Saya juga akan meminta Kadis Perkebunan Kabupaten Karo agar ke depan lebih memperhatikan permasalahan yang kerap dihadapi oleh petani kopi yakni persoalan lalat buah," tandasnya.
Sementara, Ketua Poktan Sinergi Fajar Harapan, Harmen Ginting menuturkan, pihaknya sangat berterimakasih sekaligus merasa bahagia atas peresmian rumah produksi kopi itu.
"Kami sangat senang dengan berdirinya rumah produksi kopi ini. Kami juga berterimakasih kepada Dinas Perkebunan Sumut yang turut memberikan bantuan alat-alat produksi. Kami harap pembinaan ini akan terus berlanjut sehingga rencana menjadikan Desa Suka Mbayak menjadi destinasi wisata kopi di Sumut dapat terwujud," tandasnya. (UKM06)