BI : Jelang Akhir Tahun Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melambat

BI : Jelang Akhir Tahun Pertumbuhan Ekonomi Sumut Melambat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Sumut

Diposkan: 07 Nov 2019 Dibaca: 1175 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Menjelang akhir tahun 2019 pertumbuhanan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) melambat, dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat pada triwulan ketiga tahun 2019, pertumbuhan ekonomi melemah hanya 5,11 persen.

Ini lebih rendah dari triwulan kedua yang mencapai 5,25 persen.


Wiwiek Sisto Widayat juga mengungkapkan perlambatan pertumbuhan ini disebabkan oleh kontraksi dari sisi ekspor, terutama ekspor antardaerah yang sejalan dengan penurunan lapangan usaha pertanian yang diindikasikan dipengaruhi oleh dampak kemarau panjang.

"Selain itu konsumsi pemerintah juga tumbuh melambat sejalan dengan normalisasi belanja operasional pemerintah. Namun demikian perekonomian masih ditopang oleh perbaikan konsumsi rumah tangga yang didorong tingginya belanja masyarakat pada masa liburan sekolah, serta biaya pendidikan untuk tahun ajaran baru," jelasnya dalam kegiatan Bincang Bareng Media di salah satu cafe di Jalan T. Amir Hamzah, Medan, Rabu (6/11/2019).

Dikatakannya, meski pertumbuhan ekonomi melambat di triwulan ketiga 2019, namun, Wiwiek optimis prospek ekonomi Sumut akan lebih baik. Bahkan pada tahun 2020, diprediksi pertumbuhan ekonomi akan terus melaju diangka 5,1 persen hingga 5,5 persen. Ini didorong oleh peningkatan kinerja konsumsi pemerintah, investasi serta berkurangnya tekanan impor luar negeri. Sedangkan pada sisi lapangan usaha, pertumbuhan didorong oleh pertanian dan konstruksi.

"Adapun  faktor pendorong pertumbuhan ekonomi seperti konsumsi pemerintah yaitu penyerapan anggaran lebih baik untuk program peningkatan kualitas tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata serta peningkatan anggaran transfer, dana desa, serta bantuan sosial dari pusat," katanya.

Lalu faktor impor luar negeri yakni impor barang modal dan bahan baku turun seiring dengan penurunan kinerja investasi dan lapangan usaha industri pengolahan akibat pelemahan kinerja ekonomi mitra dagang utama. Kemudian faktor pertanian, kondisi cuaca yang kondusif serta dampak positif dari program Pemda di bidang pertanian.

"Sedangkan Konstruksi yakni terus bergulirnya proyek-proyek multiyears seperti jalan tol, pembangkit listrik, gedung perkantoran, pertokoan dan sebagainya," katanya.


Tetapi dikatakanya perlu diingat, selain ada faktor pendorong, ada juga faktor penahan pertumbuhan ekonomi. Yakni faktor ekspor luar negeri, konsumsi rumah tangga, Investasi, perdagangan serta lapangan usaha industri pengolahan

Untuk itu, mengatasi kondisi ini, ke depan Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna mempertahankan stabilitas ekonomi, pendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor pariwisata dan aliran masuk modal asing, termasuk penanaman modal asing. (UKM06)

 

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved