BI Apresiasi Investasi Tujuh Investor ke Danau Toba
Diposkan: 19 Oct 2018 Dibaca: 925 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Bank Indonesia (BI) menyambut positif kesepakatan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan Kementerian Pariwisata bersama tujuh investor terkait perjanjian kerja sama investasi.
Ke tujuh investor itu yakni PT Gaia Toba Mas, PT Agung Concern, PT Alas Rimbawan Lestari, PT Gamaland Toba Properti, PT Crystal Land Development, PT Asset Pacific dan PT Arcs House-Jambuluwuk. Penandatanganan perjanjian investasi tersebut dalam rangkaian acara IMF–World Bank Group Annual Meeting di Bali beberapa waktu lalu.
"Seperti kita ketahui, sudah disepakati investasi sebesar Rp6,1 triliun untuk kawasan Danau Toba dengan tujuh iinvestor," ujar Kepala Grup Sistem Pembayaran BI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Andiwiana Septonarwanto di Medan, kemarin.
Andiwiana mengatakan, BI optimistis sektor pariwisata akan semakin berkembang dengan adanya investasi meliputi pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba dengan komitmen investasimencapai USD400 juta atau sekitar Rp6,1 triliun dengan lahan pengembangan seluas 77,5 hektare.
"Sektor ini diharapkan dapat menjadi salah satu sektor unggulan mendongkrak perekonomian Sumatera Utara," ujar Andi.
Bagi BI, hal itu menambah optimisme bahwa sektor pariwisata di Sumut akan semakin berkembang dan bisa menjadi salah satu sektor unggulan setelah sektor komoditi ekonomi.
Menurut Andi, apabila investasi sebesar Rp6,1 triliun ini bisa cepat direalisasikan, BI juga lebih optimistis bahwa target satu juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut di 2019 bisa tercapai. Bahkan jumlah tersebut bisa terlampaui.
Investasi tersebut, kata dia, bisa dipakai untuk bisnis hospitality seperti pengembangan hotel, restoran dan objek wisata di kawasan Danau Toba. Dan jika berbicara tentang pariwisata zaman sekarang tentunya tidak akan terlepas dari kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
"Pariwisata yang berbasis kegiatan dan event tentu membutuhkan infrastruktur. Infrastruktur ini yang dibutuhkan Danau Toba dan sekitarnya yang akan menjawab peluang pariwisata di masa depan," pungkasnya.(UKM05)