Berwirausaha, Jadi Modal Sharing dengan Mahasiswa
Diposkan: 30 Jul 2018 Dibaca: 1727 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Menjadi seorang wirausaha bukan persoalan mudah. Tidak sedikit tantangan dan hambatan yang dihadapi untuk mencapai sukses. Namun, ini akan menempah jiwa dan semangat leadership sekaligus menjadi modal untuk berbagi ilmu.
Misalnya saja, Junianto Sitorus yang melirik bisnis digital printing sekira tahun 2015 silam. Diawal mengenal bisnis ini, Junianto justru hanya menawarkan jasa. Namun, kesempatan membawanya menjadi seorang pengusaha di bidang digital printing.
Dituturkan pemilik usaha Sajada Digital printing ini, sebelum mengenal bisnis digital printing, dia bekerja sebagai tenaga pengajar di Madrasah Aliyah. Kemudian setelah menyelesaikan pendidikan strata I, dia mengajar sebagai guru bimbingan konseling (BK) di Madrasah Aliyah (MA) selama tiga tahun, sejak tahun 2006.
Selama mengajar, Junianto mengaku memiliki penghasilan yang pas-pasan. Kondisi ekonomi membuatnya, memutuskan pindah ke sekolah Internasional Syafiatul sejak 2009 hingga 2014. Sembari mengajar, Junianto pun melanjutkan pendidikan strata II sekira tahun 2011 hingga 2013. Tepat, tahun 2014, dia memilih resign dan mengajar di perguruan tinggi swasta.
Setahun kemudian, Junianto mengaku sering bersilaturrami dengan teman-temannya yang bergerak dibidang bisnis digital printing. Ini menjadi awal ketertarikannya dengan bisnis tersebut. Bermula dari sekedar menawarkan jasa, hingga akhirnya mengambil paket kemitraan.
“Awalnya, dari orderan yang dapat saya serahkan sama teman. Namun sayangnya, penyelesaiannya tidak sesuai dengan target. Hingga akhirnya, saya disuruh datang ke tempat usaha untuk melihat-lihat seperti apa proses produksinya,”ujar Junianto yang mengaku semakin tertarik dengan warna-warna dari karya digital printing tersebut.
Hingga akhirnya, dosen STAI Al Hikmah Medan pun berani memulai bisnis digital printing ini dengan Rp 25 juta. Besaran ini, sebutnya termsuk untuk sewa tempat dan peralatan dengan sistem kemitraan. “Saat itu kita belum punya mesin besar. Tapi kalau yang kecil kita ada,”ujar Junianto yang mengaku diawal memulai bisnis banyak belajar dari youtube, bahkan setiap malam dia mempelajari peluang dari peluang dari bisnis digital printing tersebut di media sosial.
Junianto yang juga mengajar di UIN Sumut menambahkan, selama memulai bisnis dia melihat banyak teman-temannya pelaku usaha serupa yang masih mengandalkan pemasaran manual dengan menunggu datangnya orderan. Namun, justru memilih lain, karena memanfaatkan media sosial dan pemasaran online seperti olx, facebook dan blog. Hasilnya tidak mengecewakan, tiga bulan pertama dia mendapatkan orderan dari Aceh dan Jakarta.
Dari sini dia semakin optimis jika bisnis digital printing ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. “Dari sini, saya melihat wirausaha itu mempunyai peluangnya besar, tantangannya juga besar. butuh ilmu, makanya saya terus belajar dan ikut- ikut pelatihan,”ujarnya.
Ini juga sambungnya, menjadi modal untuk bisa sharing dengan mahasiswa dalam berbagi pengalaman saat membangun bisnis. Selain mengajar, Junianto mengaku konsen pada pendampingan UMKM dikampus dan beberapa daerah seperti Aceh dan Riau ini, punya harapan besar, agar mahasiswa tidak takut memulai usaha. (UKM01)