Bertekad Banting Setir Dari Karyawan BUMN Menjadi Pengusaha
Diposkan: 28 Jun 2018 Dibaca: 1578 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Pasangan suami istri, Zuliandy Saleh Rangkuti dan Syadzwina Putri Ritonga terbilang nekad hijrah ke terjun ke dunia usaha. Keduanya sebelumnya bekerja sebagai pegawai di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Syadzwina memilih resign dari salah satu bank BUMN, karena ingin menjaga tiga buah hatinya. Kemudian, keduanya mulai merintis bisnis pakaian khusus pria di kawasan kampus Universitas Sumatera Utara (USU).Namun perputaran uang dari usaha dirasakan begitu lambat, sehingga modal banyak tertanam membuat keduanya melirik peluang lain.Di tahun 2015, keduanya beralih dan mencoba peruntungan di usaha kuliner hingga saat ini.
Zuliandy didampingi istri Syadzwina, kepada UKMKOTAMEDAN.COM, Kamis (28/6/2018) menuturkan, keduanya membuka bisnis makanan khas Jepang yakni sushi dan mie ramen dengan invetasi sekira Rp 60 juta hingga Rp 70 juta. Dari dua menu ini, mie ramen yang lebih terkenal dan banyak peminat. Dari sini, keduanya pun menambah varian baru, burger. “Dari sini, makanya nama usaha usaha kita ini, Rumah Ramen dan Burger,”ujarnya.
Diuraikannya, dalam membangun usaha ini beragam tantangan yang dihadapi. Mulai dari berpindah lokasi, dari satu ke lokasi satu yang lain. “Awal mulanya di Jalan Eka Surya, pindah ke Jalan Sakti Lubis dan sekarang di rumah Jalan STM Suka Ikhlas. Ini kita kelola berdua tanpa ada pegawai,”ujarnya.
Memang akunya, dalam merintis usaha sangat berbeda dengan pegawai yang sudah pasti mendapatkan gaji bulan. Namun, membangun bisnis, tergantung dengan usaha yang dilakukan. Meski begitu, kedua tetap semangat untuk membangun bisnis tersebut.
“Alhamdulillah dari sini kebutuhan keluarga bisa tertutupi dan ada sedikit yang ditabung dari keuntungan berjualan,”ujarnya. Selain ramen dan burger, keduanya juga masih menawarkan menu sushi dengan dua varian rasa masing-masing udang dan daging. Sedangkan pilihan rasa ramen ini ada original dengan kuah kaldu ayam, ramen ayam katsu, ramen seafood, dan ramen kompit.
“Tapi kita tetap fokusnya di mie ramen, karena berdasarkan pengalaman, makan ramen yang di mal tidak pas di lidah. Sehingga kami racik sesuai lidah orang Medan. Alhamdulillah disambut baik bahkan menjadi favorit pembeli,” terangnya.
Dari usaha ini, keduanya mampu meraup omzet hingga Rp 1 juta setiap harinya. Sementara dalam memasarkan beragam menu ini, Rumah Ramen dan Burger ini, bekerjasama dengan transportasi online seperti gojek dan grab.Untuk harga ditawarkan mulai dari Rp10.000 sampai Rp25.000 per porsinya. (UKM03)