Bermula dari Permintaan Wisatawan, Wiki Hadirkan Teri Medan 33

Bermula dari Permintaan Wisatawan, Wiki Hadirkan Teri Medan 33

Diposkan: 29 Mar 2019 Dibaca: 1055 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-  Ide menghadirkan bisnis bisa datang dari mana saja. Seperti Wiki Syafril yang melirik bisnis teri Medan, sekira empat tahun lalu, bermula dari permintaan wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara.

“Saya memulai usaha ini sekira empat tahun lalu. Kebetulan saya memiliki basic di travel dan bisnis rental mobil. Kita dengar dari teman-teman di lapangan, travel, guide teri Medan ini spesial kali,”ujar Wiki Syafril pemilik usaha Teri Medan 33, Jumat  (29/3/2019).

Pilihannya menghadirkan teri Medan, karena  berbeda produk lainnya dengan durian atau bolu meranti yang sudah punya jagoan dibidangnya. Saat itu, tidak sedikit wisatawan yang mencari teri ini untuk dijadikan oleh-oleh. Namun sayangnya untuk mendapatkan produk yang dikemas menarik, bagus serta berkualitas sulit ditemukan.

“Jadi awalnya, kita mulai dari situ,”ujar Wiki.

Saat memulai usaha, Wiki menuturkan, pertama kali memulai usaha tersebut menggunakan konsep caravan.  Karena Wiki mengaku memiliki mobil box L300 yang penggunaannya tidak maksimal. Kemudian mobil box tersebut didekorasi menjadi cantik, unik dan menarik untuk jadikan sarana bisnis dengan membuat brandnya.

Pilihannya mengunakan konsep caravan ini, selain lebih simpel juga lebih hemat biaya operasional. Sebab tidak harus memiliki supir dan bahan bakar minyak dan maintanance.

“Ini hanya gunakan box nya saja,”ujarnya. Jadi sambungnya, pertama kali memasarkan Teri Medan 33 ini dikawasan menuju bandara Bandara Kualanamu. Tapi sayangnya, hal tersebut hanya berjalan sekira 6 bulan saja.

Menurutnya, meski animo wisatawan cukup bagus untuk menjadikan teri Medan 33 ini sebagai buah tangan, namun pemilihan lokasinya dan momentnya dinilai kurang tepat. Hingga akhirnya, terus mencari lokasi yang layak dan cocok, seperti dompleng di beberapa tempat penjualan oleh-oleh.

Seiring dengan perjalanan waktu, Teri Medan 33 kini, fokus di kawasan wisata Parapat. “Di Parapat ada Silangit, kita kolaborasikan travel sama transport ini maunya pasar,”ujarnya, karena saat ini terjadi pergeseran prilaku, sebab masyarakat ada yang landing dan take off di Silangit.

“Makanya kita beralih, selain teri Medan 33 ini kita kasi lapak sama pelaku UKM, kita tarik ke Parapat, Danau Toba. Ini ada space dan fasilitasi,”ujarnya.

Memang akunya, di Parapat ini masih terbilang baru, sekira enam bulan. Namun, dia optimis Teri Medan 33 ini, akan tetap menjadi pilihan wisatawan.

Teri Medan 33 yang dipasok dari Tanjung Balai dan Sibolga ini dipasarkan dikisaran harga Rp 30 hingga Rp 200 ribu per kemasan, tergantung ukuran. (UKM01)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved