Bermula dari Bolu Pisang, Kini Miliki Omset Ratusan Juta Per Bulan

Bermula dari Bolu Pisang, Kini Miliki Omset Ratusan Juta Per Bulan

Diposkan: 21 May 2018 Dibaca: 798 kali


UKMKOTAMEDAN.COM-Berawal dari bisnis Blondi Pisang atau bolu pisang, Nazliana Fadlin Lubis membuka usahanya tepat di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan label Toko Nazwa Aneka Kue.

Perempuan dengan tiga anak sejak tahun 2006 ini mengembangkan usaha di bidang kuliner, bisnis katering dan cafetaria. "Usaha bidang kuliner memang punya peluang yang besar waktu itu. Hingga kini pun peluang katering masih punya peluang dan pasar yang tinggi. Ada banyak usaha rumah tangga di Medan yang punya usaha katering, dan prospeknya juga makin berkembang dengan beragam fasilitas dan pelayanan," jelas perempuan berkacamata ini.

Toko Nazwa Aneka Kue hingga saat ini menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan. Salah satu kue khas yang diolahnya dan menjadi terkenal adalah cake pisang yang diberi nama Blondi Pisang. Produk unggulan yang berbahan baku pisang barangan ini memang sudah cukup dikenal oleh sebagian masyarakat kota Medan. Tidak heran bahkan di hari biasa pun, Nazli mampu menghabiskan 2 ribu butir telur perhari.

Blondi pisang Nazli 50 persen berbahan baku pisang dan 50 persen bahan kue lainnya seperti tepung gandum. Kue ini juga dikenal sehat karena mengandung serat dan protein serta pisang yang mengandung vitamin B6. Jenis pisang yang dipilih sebagai bahan baku adalah pisang barangan. Pisang yang sudah sangat dikenal oleh sebagian besar masyarakat Medan, sebagai pisang pencuci mulut. Karena biasa disajikan sebagai makanan penutup dirumah atau direstoran.

Blondi pisang ini bentuknya mirip kue bolu. Blondi ini sangat lengket, padat, dan sedikit kenyal, itulah kesan yang akan didapat ketika orang menikmatinya. Mulanya Nazli memasarkan produknya ke pangsa pasar mahasiswa, karena letaknya yang strategis tepat di depan kampus Umsu. Belakangan karena peminat produknya makin berkembang, Nazli juga memasarkan blondi pisang sebagai salah satu oleh-oleh khas dari Medan. Selain blondi pisang, ada kue karamel pisang, kue lumpur dari pisang, roti dan donat yang juga berbahan pisang yang dipasarkan oleh Nazli. Primadona dari produknya tetap blondi pisang yang menjadi incaran pembeli.

Untuk menjaga kualitas produknya Nazli memproduksi kuenya selalu fresh dengan sistem satu hari satu kali produksi. Kue-kue yang diproduksi hari itu juga langsung dipasarkan, ini menjaga kualitas produknya tetap terjaga. "Karena saat ini blondi pisang sudah mulai disukai dan diminati pembeli. Kita tinggal menjaga kualitas saja agar tetap sama," jelas Nazli.

"Hampir dua puluh tahun menjalani usaha ini, kalau dari sisi bisnis mungkin berkesan lambat, tapi saya bersyukur masih bisa bertahan dengan inovasi dan perkembangan Nazwa sekarang," jelas istri dari Drs. Fadlin Djafar, MA ini.

Produk Nazwa kini memang tak hanya aneka kue, tapi juga ada Nazwa Katering, Nazwa Wedding Organizer dan yang paling baru adalah berdirinya Al-Nazwa Cafe dikawasan Kampus Umsu juga. Kesemua usahanya ini memang masih dalam bidang kuliner.  "Awalnya Nazwa banyak menerima order kue-kue basah untuk beragam acara. Misalnya acara kantor,  hotel dan pesta pernikahan. Dari klien yang datang ini banyak permintaan seperti katering dan wedding organizer. Gak langsung ditolak kita coba usahakan maksimal dan berupaya tidak mengecewakan pelanggan. Terlebih memanfaatkan chaneling yang kita punya," jelas pehobi traveling ini.

“Tiap orang harus punya obsesi dan keinginan yang ingin mereka capai. Dan semuanya tentu dengan bekerja keras. Satu kali kata mengeluh, berarti satu kali langkah mundur. Itu yang saya tekankan pada diri sendiri dan karyawan. Intinya jangan ada kata mengeluh,” tegas Nazli.

Jatuh bangun usaha pasti juga pernah ia alami. Tapi menyikapi dengan bijak, selain itu perkembangan aneka produk juga kian berkembang. Untuk meningkatkan penjualan, inovasi produk dan layanan juga sangat penting.

Perempuan kelahiran Medan, 23 Januari 1965 ini juga mulai mengembangkan usaha Cafe sejak awal 2016 lalu. Sebagai pengembangan usahanya cafe ini termasuk obsesinya sejak lama. "Kawasan Umsu ini memang kawasan yang prospek, apalagi area ini termasuk lancar dan juga jadi kawasan mahasiswa. Apalagi belum ada cafe yang berdiri di kawasan Umsu ini. Paling kondisi jalan saja yang buruk apalagi sejak musim hujan belakangan ini, drainase yang tidak jalan sebabkan jalanan tergenang," pungkas Nazli. (wina/UKM03)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2021. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved