Bermodalkan Rp600 ribu, Muntama Rintis Usaha Somay Bohay hingga Miliki 4 Outlet

Bermodalkan Rp600 ribu, Muntama Rintis Usaha Somay Bohay hingga Miliki 4 Outlet

Diposkan: 23 May 2019 Dibaca: 1645 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Peka membaca peluang tampaknya menjadi salah satu kunci sukses seorang Muntama (44) owner brand  Somay Bohay.

Somay Bohay kini telah memiliki empat outlet. Padahal, warga Jalan Pembangunan Desa Suka Mandi Hilir Dusun 1 Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang ini merintisnya dengan modal Rp 600 ribu.

Muntama yang mengaku seorang ibu rumah tangga ini awalnya menjalani bisnis rumahan membuat coklat karakter. Namun, karena permintaan hanya ramai pada momen spesial seperti hari raya, tahun baru dan ulang tahun. Selebihnya setiap bulan hanya 5 sampai 10 pemesanan saja, ia memutuskan untuk mencari usaha lain.

"Coklat karakter itu lakunya hanya pas ada moment saja jadi kurang pas buat usaha untuk menutupi situasi ekonomi saat ini," ucapnya

Kemudian karena ia asal dari Jakarta Pondok Gede yang terkenal dengan kuliner somay lalu ia ingin buka usaha somay di kediamannya di Deliserdang. Alasannya yang lain karena ia belum menemukan somay yang pas di lidahnya baik di Medan maupun di Deliserdang.

Berbekal belajar membuat smay di Pondo Gede di kediamannya semula iapun mengaku mencoba  membuatnya kembali. Ternyata somay buatannya sangat digemari oleh anak-anaknya dan juga tetangganya.

Kemudian saat hari Raya Idul fitri ia mengundang teman-temannya ke rumahnya yang biasanya sajian makanannya hanya lontong atau nasi, tidak kali ini ia mencoba menyajikan makanan yang berbeda yakni somay bohai hasil karyanya.

“Saya kaget ternyata somay saya banyak yang suka bahkan banyak dari tamu yang datang itu mengusulkan agar saya buka usaha saja,”
ungkapnya ibu 3 anak ini.

Menyahuti permintaan itu pada tahun 2014 iapun mulai merintis usaha somay dengan memberi nama usahanya Somay Bohay yang artinya hanya agar cepat dikenal dan diingat oleh konsumennya.

Bermodalkan Rp600 ribu wanita yang tak pernah berhenti untuk berkreasi ini nekat merintis usaha somay dan pertama sekali ia memasarkan ke tetangga, kerabat dan melalui online. “Saya sahuti permintaan teman-teman Alhamdulillah usaha somay saya ini bertahan sampai sekarang,“ ucapnya.

Diceritakanya saat di tinggal di Jakarta ia adalah pedagang sembako grosiran. Banyak pedagang somay berbelanja bahan baku di toko sembakonya dan ia selalu menyempatkan bertanya bagaimana membuat siomay yang enak.

”Membuat somay dan bumbunya biar enak itu resepnya hanya dari bahan alami jangan pernah mencampur bahan penyedap sebab bahan baku membuat somay inikan sudah enak yaitu dari ikan tenggiri atau ikan nila yang dimix dengan tepung juga sejumlah rempah-rempah tradisional sehingga tidak perlu penyedap apalgi pengawet,” paparnya.

Ia juga menyatakan bahwa somay yang ditemuinya di Medan dan Deliserdang itu tidak pas rasanya.

“Kalau somay disinikan banyakan penyedap trus ikannya itu keras, jadi simay saya itu hanya bawang putih dan daun seledri dan daun bawang, rasa lezat itu dari bawang putihnya itu,” akunya

Pemasarannya online dijalaninya  selama 2 tahun tanpa toko, sitemnya jika ada yang melakukan pemesanan ia akan mengantar sendiri. Tetapi siapa sangka tak
lama iapun dilirik dan diajak bergabung di Dinas yang menaungi ukm Deliserdang. Bukan itu saja ia juga ditawarkan untuk membuka gerai di Bandara Internasional Kualanamu.

“Waktu itu saya langsung jawab mau meskipun mempunyai modal. Dengan Rp600 ribu saya nekat untuk ikut,” ujarnya.

Awal memasarkan produknya di bandara sempat membuatnya down karena hanya laku 12 porsi. Kemudian naik terus sampai bulan Oktober 2018 omsetnya naik terus yaitu mencapai Rp2 juta perhari.

Saat ini ia tersandung izin Dinkes karena produknya tidak layak untuk mendapatkan izin dengan alasan karena siomay bohai hanya tahan beberapa hari
saja.

“Harga somay bohay ini saya bandrol 15 ribu. Setiap hari produksi 5-6 kg ikan," katanya.

Usaha memang tidak ada yang mulus pasti ada saja kendala maupun cobaan dalam membangun bisnis. Diakui Muntama dalam usahanya ia terkendala dalam hal bahan baku. Sebenarnya somay itu terbuat dari ikan tenggiri namun jenis ikan ini selain mahal juga sudah ditemui di Deliserdang. Alhasil ia menggunakan ikan nila itupun harus kualitas bagus kalau tidak rasa somay akan tidak enak.

"Sulit ikan tenggiri disini, jadi saya gunakan ikan nila saja," paparnya.

Muntama mengakui bisnisnya ini kini cukup mengalami perkembangan. Di Deliserdang kini ia sudah mendirikan 4 outlet. Ia mengharapkan usahanya ini terus berkembang dan menjadi usaha turunan untuk anak-anaknya. (UKM06)
 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved