Bermodalkan Rp50 Ribu, Dwi Arnitasari Sukses Berbisnis Sambal Kecombrang Gledek

Bermodalkan Rp50 Ribu, Dwi Arnitasari Sukses Berbisnis Sambal Kecombrang Gledek

Diposkan: 20 Apr 2019 Dibaca: 1113 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Kecombrang merupakan sejenis rempah dan merupakan tumbuhan tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, serta bijinya dimanfaatkan sebagai bahan sayuran. Nama lainnya adalah Kincung, Bunga Rias, Asam Cekala, Kumbang Sekala, Sambuang serta Siantan. Kalau di Indonesia lebih tenar dengan nama Kincung atau Kecombrang.

Tumbuhan rempah ini biasanya enak jika dimasak dengan daun ubi tumbuk tetapi ditangan seorang wanita asal Medan, kecombrang dapat menjadi teman makan enak apalagi dicampur nasi panas. Selera makanpun menjadi terpanggil.


Dwi Ariyanti (49)  warga Jalan Tanjung Sari Pasar Dua Komplek Villa Garden, Medan, berhasil meginovasikan kecombrang menjadi sambal kecombrang gledek. "Sambal kecombrang gledek ini sengaja saya buat karena ingin mengangkat masakan khas Indonesia, selama inikan orang hanya tahu kecombrang hanya bisa dimasak dengan daun tumbuk padahal kalau dibuat sambal juga enak," katanya.

Ia menjelaskan sambal kecombrang gledek adalah kecombrang plus teri dan racikan sambal yang bercitarasa super pedas. Ia memulai usaha ini sejak awal tahun 2019 lalu berawal saat ia ingin mengangkat masakan khas Indonesia. Dan ternyata ia berhasil, anak kecombrang gledek ini diakuinya sudah sampai ke Jogja dan beberapa daerah lainnya.


Bahkan Dwi mengaku memulia usaha ini ia hanya bermodalkan Rp50 ribu dan kini usaha ini sudah bisa menghasilkan yang mampu membantu perekonomian keluarganya. Apalagi ia juga saat ini sudah punya konsumen tetap dan bahkan jika datang yang mencoba sambal kecombrang gledek miliknya hampir rata-rata akan kembali membeli dengan alasan pas dengan rasanya.

"Awalnya mencoba kemudian karena cocok dengan rasa, konsumen saya bisa datang lagi dan bahkan melakukan pemesanan yang lebih besar lagi misalnya memesan dengan kiloan," ungkapnya.

Keistimewaan sambal ini ditegaskanya tidak menggunakan pengawet. Karena kecombrang memiiki daya tahan sehingga tidak mudah basi. "Sambal kecombrang gledek ini tidak menggunakan pengawet karena kecombrang itu sudah menimbulkan pengawet. Bahkan kecombrang memiliki  manfaat bagi tubuh diantaranya Anti kanker, anti oksidan. Jadi untuk Ketahanannya sendiri Kalau di kulkas bisa tahan sampai  2 Minggu," katanya.

Untuk pemasaran, sejuah ini masih di media sosial dan juga mengikuti bazar. Namun, ia tetap ada stok di kulkas juga memajangnya di garasi rumahnya. Untuk  harga Rp35 ribu/200 gram, yang kecil Rp15 ribu/100 gram.


Sementara itu, adapun impiannya dengan usaha ini ia ingin  memajukan makanan daerah dan  berencana mau buat galeri khusus. Sehingga kedepannya usaha ini bisa menjadi sumber ekonomi tetap bagi keluarganya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved