Bermodal Rp350 Ribu, Lukisan Bakar Karya Raden Diminati hingga Keluar Provinsi

Bermodal Rp350 Ribu, Lukisan Bakar Karya Raden Diminati hingga Keluar Provinsi

Diposkan: 20 Jun 2019 Dibaca: 1459 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Melukis biasanya dengan canvas dan cat namun berbeda dengan yang dilakoni pria ini, Raden Nur Muhammad Budi. Ia melukis  dengan cara dibakar dengan media kayu dan alat pen menyerupai solder listrik.

Berkat keuletannya, seni karya yang ia buat ini justru menjadi usaha yang menjanjikan. Ia membuat lukisan cantik dan gantungan kunci yang dilukis.

"Dari kecil saya suka sama kerajinan tangan seni, tiga tahun belakangan saya coba untuk buat kerajinan dari batu kerikil, pipa paralon, dan setelah itu saya tertarik sama lukisan bakar ini," jelasnya.

Pemilik Kabarkayou Art, Raden warga Jalan Kenari, Medan ini mengatakan merintis usaha ini ia hanya mengeluarkan  modal usaha Rp350 ribu. Modal itu ia gunakan untuk membeli alat lukis berupa solder listrik. Sementara untuk media kayu, ia menggunakan kayu bekas yang diperoleh dari teman-temannya, pengusaha mabel, tukang perabot dan terkadang ia membeli kayu juga.

"Modal usaha saya ini hanya  Rp350 ribu untuk membeli alat solder listrik tempahan buatan tangan. Solder listrik ini, saya beli di Blitar, Jawa Timur. Selebihnya untuk media kayu, saya minta dari kawan yang punya usaha mebel, dan sesekali saya beli juga kayunya," paparnya.

Pria kelahiran Medan, 11 Oktober 1977 ini menjelaskan media kayu yang ia pakai berupa jenis kayu multiplek, kayu jati Belanda, dan kayu lapis (tripleks).

Puluhan karya lukisnya pun sudah dipasarkan mulai dari kaligrafi, lukisan keluarga, wajah pribadi, gambar pemandangan alam, binatang, dan berbagai permintaan lukisan lainnya.

Ia mengaku  belajar lukisan bakar ini dari artikel, YouTube, dan KOPPI (Komunitas Pelukis Pyrography Indonesia). Dengan berbisnis lukisan bakar ini, ia mendapat kepuasan tersendiri karena dapat mengembangkan kreativitasnya.

Adapun proses membuat seni pirografi ini bergantung pada kerumitan gambar sehingga sebelum melakukan pembakaran, media harus didesain dahulu, atau dengan istilah dibuat Mal di media pirografi.

"Bagi saya lukis bakar ini awalnya sulit, tapi setelah saya pelajari selama satu bulan, teryata cukup mudah juga bila sudah terbiasa. Untuk membuat lukisan bakar ini, pertama-tama, saya jiplak gambarnya, tapi lama-lama saya harus belajar membuat gambar sendiri. Sebelum dilukis, kita tetap pakai sketsa dengan menggunakan pensil kemudian kita bakar lukisannya dengan solder listrik ini hingga membentuk gradasi yang diinginkan," tuturnya.

Disebutkan Raden, lukisan kayu yang dibakar ini hanya menghasilkan warna coklat, hitam, dan coklat agak kehitaman. "Media yang paling gampang itu dengan triplek karena lebih mudah dibuat gradasi warna-warnanya dibandingkan kayu jati Belanda," ungkapnya.

Dalam proses melukis satu karya Raden membutuhkan waktu tiga hari untuk lukisan bingkai, dan gantungan kunci yang bisa dibuatnya dalam beberapa jam. Karena jika sekali media tertoreh oleh api dengan torehan yang salah, maka selanjutnya tidak bisa diperbaiki kecuali sekedar kesalahan coret yang kecil.

Kalau lukisan sebenarnya bergantung kerumitan gambarnya, tapi biasanya dua hari atau tiga hari. Kalau gantungan kunci paling hanya beberapa jam saja untuk proses pembuatannya," kata Raden.

Pada karyanya itu, Raden mematok harga Rp15 ribu untuk gantungan kunci, dan lukisan bakar dari harga Rp50 ribu hingga Rp130 ribu tergantung bahan dan kerumitan pola gambar.

"Lukisan bakar ini dapat dijadikan sebagai kado pernikahan, hadiah ulang tahun, wisuda, untuk hiasan foto di rumah, dan gantungan kunci juga bisa dijadikan souvenir pernikahan. Saya memasarkan lukisan bakar ini melalui sosial media, sehingga permintaan customer pun sudah datang dari berbagai kota diantaranya Padang, Lampung, Pekanbaru, dan Medan," ucapnya lagi.

Diakui Raden, beberapa orang masih belum mengenal uniknya lukisan bakar ini. Ia berharap agar anak muda Kota Medan mulai berbisnis lukisan bakar ini. Selain bisa dijadikan hobi juga bisa menghasilkan pendapatan. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved