Bermodal Rp250 Ribu, Dimsum Naura Bisa Beromset Puluhan Juta/Bulan

Bermodal Rp250 Ribu, Dimsum Naura Bisa Beromset Puluhan Juta/Bulan

Diposkan: 28 Jun 2019 Dibaca: 1150 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Dimsum dikenal sebagai makanan kelas menengah ke atas, yang sejak awal kehadirannya biasanya dijajakan di restoran ternama, termasuk di Medan.

Tapi sekarang tidak perlu khawatir lagi, jika ingin mencicipi chinese food itu dengan harga terjangkau dan rasanya tak kalah enak yaitu Dimsum Naura.

Dimsum Naura ini terletak di Jalan Kelambir 5 Deliserdang dibuat oleh tangan seorang pria yang mengaku merintis usaha berawal dari iseng saja. "Saya awalnya hanya iseng saja buat usaha ini, karena saya sebelumnya masih bekerja di sebuah resto chinese food jadi jika ada waktu saja saya produksi," ungkap owner Dimsum Naura, Dedi Iskandar pada Jumat (28/6/2019).

Dijelaskanya bahwa usahanya berdiri pada 20 Juni 2016 lalu. Awalnya ia hanya iseng tetapi lama-kelamaan ketagihan. Apalagi setelah banyak konsumen yang menjadi langganan.

"Istimewanya dimsum saya ini terletak di  saos dan rasanya dan itu diakui oleh konsumen saya. Banyak yang bilang dimsum saya enak, mereka bilang banyak dimsum di Medan tapi rasa berbeda," katanya.

Ayah dari 4 anak ini mengaku dalam membangun usaha ini tidak begitu banyak rintangan atau kendala. "Saya tidak pernah jatuh bangun, tapi pernah terkendala di bahan baku yaitu di harga daging dan kualitasnya, jadi ia harus teliti.

Dikatakannya, dalam pembuatan dimsumnya ia sangat menjaga kualitas dan kesehatan bahan bakunya. Sebab jika ada bahan baku yang kurang bagus kualitasnya maka hasilnya juga akan berpengaruh. Jadi ia tidak mau merugi hanya karena bahan baku yang kurang baik.

"Jadi saya kalau bahan bakunya (daging ayam dan sapi juga udang dan kepiting) tidak fresh saya akan kembalikan lagi kepenjualnya daripada berpengaruh buruk terhadap produk saya," katanya.  

Lebih lanjut ia mengatakan untuk memulai bisni ini ia hanya bermodalkan Rp250 ribu dan kini omset usaha ini perbulan sudah mencapai Rp18 juta sampai Rp20 juta perbulan dan jika di bulan Ramadhan diakuinya omsetnya meningkat. Bisa mencapai Rp30 juta sampai Rp25 juta.

Untuk pemasarannya ia menggunakan sistem sederhana hanya dari mulut ke mulut dan reseller. "Saat ini saya punya reseller sudah ada 9 tempat," katanya.

Untuk memenuhi pelanggan dan reseler ia mengaku harus produksi setiap hari. Normalnya ia harus produksi 200 sampai 300 porsi.

"Saya semakin percaya diri dengan usaha saya ini karena sudah bersertifikat halal dan kita juga gunakan bahan berkualitas," ucapnya.

Membuat dimsum ini tidak mudah harus ada belajar khusus. Nah ia mengaku bisa membuat dinsum karena pernah bekerja disebuah rumah makan bermenu dimsum di Medan. "Saya dulu pernah kerja di salah satu restoran bermenu chinese food yang salah satu menunya dinsum, jadi saya risain tapi saya sudah ada ilmunya selama bekerja disana," ungkapnya.

Diakuinya ia bekerja di resto yang terkenal di Medan itu dari tahun 1998 sampai tahun 2008. Ia berharap usahanya terus sukses dan bisa membiayai anaknya sekolah sampai perguruan tinggi. Dan tahun depan ia menargetkan memperbesar usahanya ini.

Adapun jenis dinsum miliknya diantaranya, dimsum ayam, dimsum udang, dimsum rumput laut,  dimsum telur, dimsum kepiting dan banyak jenis lainnya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved