Bermodal Rp 1 Juta, Stephanie Bikin Sabun Beromzet Rp 50 Juta

Bermodal Rp 1 Juta, Stephanie Bikin Sabun Beromzet Rp 50 Juta

Diposkan: 30 Sep 2018 Dibaca: 1086 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA- Berawal dari keresahannya soal isu pencemaran lingkungan, membuat Stephanie Widjaja (26)  memutar otak untuk menciptakan produk ramah lingkungan. Sabun mandi yang menjadi dipilihnya sebagai media untuk membawa misinya.

Siapa sangka, tujuan mengedukasi orang untuk bisa awas terhadap isu kesehatan lingkungan dan diri sendiri ternyata menghasilkan pundi-pundi rupiah.

"Saya memulai ini sebagai usaha karena ingin sesuatu yang lokal itu bisa dibawa. Dan ada keinginan untuk edukasi ke orang-orang bahwa setiap hari yang kita pakai itu nggak bagus untuk lingkungan dan nggak bagus untuk kulit kita dalam jangka panjang," kata Stephanie dikutip dari detikFinance, Minggu (30/9/2018).

Semua ini bermula saat Stephanie berlibur ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seluruh kegiatan yang dilakukan di atas kapal tentu memiliki dampak lingkungan dari penggunaan air yang dibuang ke laut, khususnya saat mandi.

Menurutnya air limbah hasil penggunaan sabun mandi berbahan detergen tersebut dapat mencemari laut, sekaligus tidak ramah terhadap kesehatan kulit jangka panjang. Dari situ, lahirlah sabun natural yang diraciknya sendiri dari jurnal-jurnal yang dibaca serta pelatihan yang diikutinya.

"Jadi pengin berkontribusi sedikit lewat sabun dan ini juga kan daily use," katanya.

Menurut wanita lulusan Studi Manajemen ini, sabun menjadi media yang tepat untuk mengedukasi masyarakat. Lagi pula, bahan-bahan komposisi sabun natural yang dibuatnya juga berlimpah di Indonesia.

Produk dengan brand sabun Molona Natural ini menjadi menarik karena memadukan berbagai jenis kekayaan alam Indonesia untuk dibuat sabun. Mulai dari coklat, biji pala, buah merah papua, semangka, strawberi, alga, arang, kopi, hingga susu kambing.

"Kami memiliki filosofi yang sangat sederhana, yaitu mempersembahkan produk perawatan kulit yang terbuat dari hasil bumi Indonesia dengan metode pengolahan terbaik," ujarnya.

Usaha memproduksi sabun natural pun dimulai pada Agustus 2017. Dengan modal sekitar Rp 1-2 juta saat itu, Stephanie memulai usaha ini sebagai sampingannya selain bekerja sebagai salah satu karyawan di perusahaan asuransi swasta.

Stephanie mengakui awal mula memproduksi sabun ini, merugi. Namun seiring berjalannya waktu, sabun Molona Natural terus berkembang dan dikenal, hingga akhirnya kini justru menjadi ladang yang lebih besar dibanding pekerjaan utama Stephanie.

Dengan produksi sabun sekitar 200 sampai 300 pcs per bulan dan harga berkisar Rp 19.000-45.000/pcs, Stephanie mengaku bisa meraup omzet hingga Rp 50 juta setiap bulannya. Angka ini jauh dari omzet pada awal produksi yang nilainya hanya ratusan ribu rupiah.

"Omzet awal cuma ratusan ribu. Masih rugi. Sekarang bisa Rp 40-50 juta sebulan," ujar Stephanie yang kini memiliki lima orang karyawan  ini.

Untuk produksi, dia mengaku masih dilakukannya sendiri dengan alasan menjaga kualitas produk. Stephanie juga membuka workshop-workshop pembuatan sabun natural agar semakin banyak orang yang bisa memproduksi sabun ramah lingkungan.

Hal ini sebagai bagian dari misinya tadi membawa perubahan yang lebih baik bagi lingkungan dan diri sendiri.

Bekerja di dua dunia sebagai karyawan dan bos menjadi tantangan bagi Stephanie dalam menjalankan usaha ini. Namun kesungguhan dan tekadnya mampu membawa Stephani bertahan hingga saat ini menggeluti dua dunia tersebut secara baik. "Secara pribadi harus fokus di dua dunia ini. Harus fokus sama passionnya. Namanya kerja sambil usaha," pungkasnya. (*)

 

Sumber: detikFinance


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved