Bercita-cita Serap Tenaga Kerja, Budi Buka Bisnis Fashion Muslim di Medan
Diposkan: 06 Apr 2019 Dibaca: 1108 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Budi Sri Rahayuningsih warga Komplek Bena Garden Blok A7 Marendal 1 Pasar 5 Medan memulia usaha fashion berbendera Dzakwan By Joglo Ayu diawali berkeinginan menyerap tenaga kerja.
Dari bermodal ya Rp500 ribu kini usahanya berkembang pesat.
Usaha fashion muslim belakangan ini memang tumbuh sangat baik di tanah air Indonesia. Ini terlihat semakin tingginya minat masyarakat mengenakan pakaian busana muslim. Hal ini pulalah yang membuat Budi Sri Rahayuningsih optimis terus mengembangkan usaha fashion muslim yang dirintisnya sejak tahun 2013 lalu.
"Usaha saya ini berdiri sejak tahun 2013 di Jakarta. Awalnya saya produksi jilbab pasmina shifon selanjutnya saya produksi baju yang dimulai tahun 2014 lalu yang sampai sekarang rumah produksinya di Jawa," jelasnya.
Usaha ini dirintisnya sejak di bangku perkuliahan berkat impiannya ingin membuka peluang kerja atau menyerap tenaga kerja. Akhirnya lahirlah usaha dengan nama Dzakwan By Joglo Ayu pada tahun 2013. Pemilihan nama itu diakuinya, Dzakwan diambil dari nama anaknya sedangkan Joglo Ayu karena sebelumnya ia dibantu oleh sepupunya bernama Ayu.
Usaha fashion ini terus ia kembangkan hingga pada akhirnya ia harus hijrah ke Medan dikarenakan suaminya pindah tugas. Meski produksi di rumahnya di Jawa namun di Medan ia tetap menjalankan usaha ini.
"Saya terus menjalankan usaha ini meski sudah pindah ke Medan supaya meluaskan pasar dan kebetulan produk Dzakwan by Joglo Ayu diterima oleh masyarakat Medan," ungkapnya.
Tidak mudah memang dirinya bisa menjalankan bisnis ini dikarenakan produksinya cukup jauh. Banyak kendala yang dialaminya.
"Satu contoh seperti mencari operator jahit yang jahitannya rapi agak susah, karena biasanya kalau sudah ahli orang lebih suka buka tempat jahit sendiri kemudian ada beberapa kalau ada order dalam jumlah besar saya kerja sama dengan pihak luar kayak sanggan ( orang yang terima borongan jahit untuk butik) di Pekalongan biasa disebut sanggan, biaya jahit lebih mahal jadi harga jual malah jadi lebih tinggi dibanding yang produksi sendiri. Satu lagi kendala yg paling besar di usaha jarak jauh sama tempat produksi jadi kadang susah mantau produksinya," tuturnya.
Karena itu, perempuan yang akrab disapa Budi ini berencana akan membuka rumah produksi di Medan.
"Rencana saya mau buka produksi di rumah Medan makanya mau gabung di UKM Medan untuk Lebih mengenal perekonomian di Kota Medan. Selama saya di Medan yang saya lihat di Kota Medan pertumbuhan bisnis fashion bagus dan respon sama produk dzakwan Alhamdulillah bagus dan sekarang saya sedang pengurusan CV," paparnya.
Adapun pemasaran yang dilakukannya di Medan, ia membuka butik di rumahnya selain itu mengikuti bazar-bazar di event Medan. Ia belum membuka toko dikarenakan ke tiga anaknya masih pada balita sehingga susah untuk ditinggal-tinggal.
"Di Medan kalau lagi menjelang ramadhan hingga hari raya pasarnya sangat bagus. Jika moment itu saya ikut bazar di ramadhan fair. Tapi kalau hari-hari saya buka di rumah," paparnya lagi.
Ia berharap bisnis fashionnya dapat terus berkembang dan dapat menyerap tenaga kerja yang saat ini diakuinya sudah mempekerjakan 4 orang di usahanya. Sementara itu harga produk fashion muslim miliknya dimulai harga Rp250 ribu sampai Rp500 ribu. (UKM06)