Berawal Ingin Angkat Derajat Petani Kopi Lokal, Roman Kopi Hadir di Medan

Berawal Ingin Angkat Derajat Petani Kopi Lokal, Roman Kopi Hadir di Medan

Diposkan: 05 Feb 2019 Dibaca: 1308 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Roman Kopi, sebuah warung kopi di Jalan Setia Budi,  tepatnya di samping Supermarket  Pasar Buah ini hadir di Kota Medan dengan tujuan mulia.

Niatnya untuk mengangkat derajat para petani kopi di tanah air, khususnya petani kopi Gayo dan Mandailing Natal.

Warung kopi berkonsep gerobakan ini diyakini pemiliknya yang terdiri dari 3 founder yakni, Bim Harahap, Kumari Siregar, dan Fazar dapat membantu para petani kopi setidaknya sesuai tagline mereka 'kopi terbaik itu kopi yang petaninya  terbebas dari culasnya tengkulak'.

Kopi yang mereka jual di Roman Kopi ini berasal langsung dari para pertani di Gayo dan juga Mandailing Natal.

Bim Harahap, salah seorang founder Roman Kopi mengatakan ia mengambil kopi dari petani langsung dengan harga yang wajar dan menjualnya kembali dengan harga yang juga wajar.

 Ia berkeinginan para petani kopi terbebas dari tengkulak yang kerap tidak menghargai petani.

"Memulai bisnis ini karena pekerjaan berhubungan dengan petani kopi baik di Gayo dan Mandailing Natal. Jadi kita banyak kenal komunitas petani, ternyata kopi di tingkat petani itu berbeda dengan kopi lainnya. Jadi kita terpikir membuat  Roman Kopi. Di sini itu sebenarnya ada kopi, dan aren. Kita menggabungkan komoditi lokal," ungkapnya di sela-sela Launching Roman Kopi di Setia Budi Medan.

Bim juga menjelaskan untuk pemilihan nama 'Roman  Kopi"'. Ditegaskannya  bahwa Roman Kopi sangat akrab dengan mereka karena dua usahanya seperti usah kaos (t-shirt) dan juga novelnya menggunakan brand nama Roma kopi.

Untuk meluaskan Roman Kopi di masyarakat khususnya di kalangan mahasiswa, ia dan dua temannya akan menggelar sejumlah diskusi dan mengundang narasumber. Tema diskusi dikatakannya akan berubah-ubah sesuai isu yang tengah berkembang di masyarakat dan di kalangan mahasiswa. Diskusi itu akan digelar di Roman kopi.

Bim juga memaparkan, bahwa usaha yang bermodalkan kurang lebih  Rp25 juta itu kedepannya diharapakan tidak lagi di depan ruko tetapi sudah memiliki ruko sendiri. Ini diimpikannya agar para penikmat kopi yang nongkrong di roman kopi bisa nyaman dan aman.

"Target atau impian terbesar, cita cita itu harus diwujudkan baru ada artinya. Jadi kita punya cita-cita dan impian ingin memiliki ruko. Paling tidak agar usaha kita lebih aman dan nyaman. Kemudian menjadikan tempat nongkrong nyaman dan juga kita memimpikan tempat ini menjadi tempat diskusi para mahasiswa," katanya lagi.

Adapun menu kopi di sini diantaranya roman kopi, sanger Arabika, espresso, doubel espresso, long black, Americano dan latte. Untuk harga mulai termurah Rp15 ribu sampai yang termahal hanya Rp25 ribu. (UKM06)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved