Berawal Hobi Beli Baju Khas Daerah, Solthan Sukses Membangun BK 0 TAN

Berawal Hobi Beli Baju Khas Daerah, Solthan Sukses Membangun BK 0 TAN
Solthan Maulana, Foto : UKM05

Diposkan: 01 Sep 2018 Dibaca: 2083 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Penjual kaos khas Kota Medan makin ramai dan menambah ranah persaingan bisnis fashion ini.  Apalagi, media sosial menjadi ajang promosi jitu memperkenalkan produk mereka.

Namun, di antara sejumlah produsen kaos khas Medan, masih ada yang menerapkan promosi konvensional alias tradisional.

BK 0 TAN salah satunya. Usaha kaos khas Medan milik Solthan Maulana (41 tahun) masih setia mempromosikan produknya lewat cara konvensional. Hadir sejak 5 Juli 2012 dengan cara menjajakannya di Pintu 3 Universitas Sumatera Utara (USU) mirip jualan kaki lima, kini, produk kaos dengan desain berbau Medan dan olahraga tersebut telah hadir di lima tempat, salah satunya di Merdeka Walk sebagai yang terbesar.

Tidak hanya sebagai oleh-oleh, warga Medan juga tidak jarang memakai kaos BK 0 TAN sebagai identitas diri, termasuk saat mendukung tim kesebelasan kebanggaan, PSMS Medan, di Stadion Teladan Medan, menggantikan "peran" jersey dengan desain bertuliskan "rap rap", "ribak side" dan lain-lain yang identik dengan PSMS.

Ditemui belum lama ini, Solthan menceritakan, hobi dagang sejak sekolah dasar (SD) membuatnya akhirnya terjun ke usaha tersebut. Bergelar sarjana hukum alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, namun keinginan berwirausaha malah lebih kuat tertanam di hatinya.

"Jadi kenapa akhirnya saya memilih usaha ini. Waktu di MLM (multilevel marketing), saya sering bepergian ke luar kota. Cuma Papua yang belum saya pijak. Hobi beli baju khas daerah setiap keluar kota, suatu saat ada kawan nyeletuk, kenapa tidak pakai baju Medan, padahal saya dari Medan," ujarnya kepada ukmkotamedan.com memulai ceritanya.

Pria yang telah mencoba berbagai jenis usaha ini mengaku akhirnya terpikir untuk menekuni usaha tersebut. Pulang kampung ke Medan 2012 silam, ayah satu anak itu pun memulai usahanya. Kebetulan kondisi di MLM tempatnya bekerja cukup genting. Situasi sulit itu akhirnya membuatnya memberanikan diri "gali lobang-lobang lobang" mewujudkannya dengan menggadaikan BKPB dua sepeda motornya kepada keluarga untuk modal

"Memikirkan serius di kaos, saya cari yang bisa desain, saya cari bahan (kaos), intinya belajar sendiri. 5 Juli 2012 saya buka lapak di Pintu 3 USU," ucap warga Jalan Karya Medan itu.

Ada yang menarik soal penamaan produk tersebut. Awalnya kata dia, BK 0 TAN bernama Kadjoe Kinantan di 2012. Namun, dikarenakan proses izin di Kemenkumham, masalah merek tidak bisa dipakai.

"Kita ubah tanpa menghilangkan identitas awal. Kita tetap memprovokasi orang bahwa BK itu Badjoe Kinantan. Kenapa? BK identik dengan pelat kendaraan kita di sini (Medan). Tanpa sengaja ternyata kita juga banyak mengatakan kita ini (MW) di titik nol  Medan dan O dalam BK 0 TAN itu angka, bukan huruf. Jadi identik dengan pelat Medan. 0 dan TAN juga bisa berarti oleh oleh Kota Medan atau Oleh-oleh Kinantan. Saya daftarkan nama itu di Kemenkumham. Kita memegang hak eksklusif selama 10 tahun sejak 18 Juli 2017 lalu," paparnya.

Usaha berkembang. Bahkan, dirinya sempat tidak bisa menyanggupi permintaan kerjasama. Baru pada akhir 2013 dia membuka kerjasama dengan pihak Hotel Santika membuka stan di hotel tersebut kendati tiga bulan lalu sudah tidak lagi dia perpanjang, termasuk dengan Hotel Emerald.

September 2012, dia pun membuka konter di Merdeka Walk tanpa karyawan. Selanjutnya, usaha kerasnya membawa hasil positif. Kini, dia memiliki karyawan dan BK 0 TAN menjadi bagian dari usaha strategis di Medan lainnya.

"Counter ada lima tempat. MW, Rumah Oleh-Oleh Medan, Napoleon Jalan Wahid Hasyim, Kia Cake Jalan SM Raja, Warkop Medan Kali di Jalan Gajah Mada. Kalau untuk karyawan ada tiga orang di konter MW, desain satu orang, untuk outlet di luar satu orang," ucap pria yang bisa disapa Otan itu.

Ditanya soal omset, Solthan memang merahasiakannya. Dia hanya menyebutkan kata lumayan. Namun sebagai petunjuk, dia menjelaskan omzet yang didapat bisa berputar untik memenuhi kewajiban yang harus dipenuhi, membantu mensupport PSMS Medan sebagai klub ung diidolakan meski baru sebatas pemberian kaos sebagai seragam tim.

Soal desain, ada sekitar 150 hingga 200 desain yang sudah dikeluarkan. Sementara untuk desain berbau sepak bola, disebutkannya ada 10 hingga 20 desain.

Untuk kualitas, menurut Otan, dia tetap menjaga tidak mengecewakan pelanggan. "Kita bukan menjual nama aja, tapi menjual kualitas. Bahan, hasil, sablonan, jahitan. Orang datang dari mulut pelanggan sebelumnya. Dengan begitu, kita tidak ingin orang beli setelah itu kapok. Namanya promosi konvensional, kita ingin orang setelah beli bisa repeat order. Dari situlah, satu oranng bisa membawa dampak positif ke dua orang, begitu seterusnya. Dari situlah kita punya progres peningkatan penjualan," ucapnya sambil menyebutkan, pihaknya menjual T-Shirt dan Polo Shirt.

Untuk dewasa, produknya dijual dengan tingkatan harga mulai Rp90 ribu untuk T Shirt dan Polo Shirt Rp140 ribu untuk dewasa. "Harga tergantung sablonan karena ada berbagai macam. Kalau untuk anak-anak, harga mulai Rp70 ribu," ungkapnya.

Soal desain, bidang yang Otan juga termasuk di dalamnya, dilakukan bersama satu stafnya. Untuk produksi, dia memilih kota Bandung sebagai surganya fashion di Indonesia dengan standar bahan yang ditentukannya sendiri untuk memperkecil kemungkinan kualitasnya berkurang.

"Setiap bulan kami kirim desain baru jadi setiap bulan ada produksi. Hampir seminggu sekali ada masuk barang. Kami ingin konsumen datang suka motif tertentu, diupayakan stok tetap ada. Makanya kita belum jual online," beber Otan.

Calon pelanggan atau yang tertarik ingin melihat desain baju BK 0 TAN tetap bisa memilih desain di akun Instagram resmi @bk_0_tan_itu_badjoekinantan sebagai promosi standar yang dilakukan.

Cukup banyak yang sudah memakai baju BK 0 TAN menurut Otan. Baju desain tulisan rap rap pernah dipakai pesepakbola Andik Vermansyah dan Taufiq. Si "Jebret" Valentino Simanjuntak hingga David Maulana dan si kembar bintang timnas U-16 Bagus dan Bagas dan lain-lain. "Sampai ada orang asing yang pernah posting pakai BK 0 TAN di Piala Dunia Rusia yang lalu," ucapnya.

Soal menggalakkan promosi dan jualan di media online, Orang tetap bertekad mewujudkannya. Paling lambat kata dia, awal 2019, sudah harus terwujud. "Ke depan akan masuk ke sana. Jadi saat ini, konsumen datang memilih dan bawa pulang baju yang dia suka. Kalau online, warna di foto jepretan kamera dengan yang asli mungkin jadi beda. Tapi paling lama awal 2019 kami akan masuk ke sana (jualan online). (UKM05)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved