Berawal dari Usaha Selingan Keluarga, Wiwin Sukses Bangun Bisnis Kue Kering

Berawal dari Usaha Selingan Keluarga, Wiwin Sukses Bangun Bisnis Kue Kering

Diposkan: 10 Jun 2019 Dibaca: 55 kali


 


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Usaha kue kering memang menjanjikan apalagi di saat momen penting seperti hari raya keagamaan. Kue kering bisa sangat laris.

Dari momen-momen  inilah peremuan muda dan berparas manis ini memulai usaha kue kering. Keluarganya juga terlebih dahulu sudah merintis usaha kue kering sejak tahun 1990 an.

Wanita ini pemilik nama lengkap Wiwin Vamela (29) warga Jalan Thamrin Medan Kota. Ia mengaku usaha kue keringnya berawal dari usaha keluarga.


"Jadi, usaha buat kue kering (termasuk kue basah, kue bakul, lapis legit, dan segala jenis kue) sudah dari tahun 90-an. Keluarga besar yang mulai. Cuma tidak  diseriusi. Hanya sekadar jika ada yang pesan atau  hari besar," katanya.

Di tahun itu, Wiwin mengaku ia masih kecil  sekira berusia 8 tahun. Ia sering melihat orangtuanya bersama dengan tantenya membuat kue. Dan meski usianya terbilang sangat muda ia kerap membantu dan akhirnya terbiasa dengan dunia kue.

"Tapi waktu itu gak ada  terlintas mau buat bisnis kue. Sampai pas kuliah semester pertama sekitar tahun 2008, kepikiran buat cari penghasilan. Akhirnya jual kue basah, titip di pajak sama tempat makan. Ada sekitar 6 tempat, dan waktu itu ia masih tinggal di Aceh," katanya.

Lalu ia memutuskan  pindah ke kota Medan. Namun ia malah  jadi wartawan tahun 2014-2016. Barulah di tahun 2017, ia mengaku  mencoba buka orderan kue kering tahun baru.

"Alhamdulillah, ada yang pesan. Orderan waktu itu totalnya sekitar  30 kg dan berlanjut di tahun 2018, orderan tahun baru juga bagus. Nah, di tahun 2019, saya kembali mencoba  buka order buat lebaran. Alhamdulillah lagi, orderannya melebihi sebelumnya, orderan mencapai sekitar 40 kg," ucapnya.


Pesanan kue keringnya terus mengalami peningkatan. Jika  dibandingkan dengan pesanan tahun baru tahun 2018, orderan di tahun 2019 mengalani peningkatan. Dikatakanya setiap tahun yang jadi primadona yaitu jenis kue kering lidah kucing dan nastar

"Lidah kucing itu rasanya gurih, manis, dan renyah. Jadi makannya tidak bikin enek. Kalau nastar, yang bikin enak  itu selainya, kelumerannya, dan wanginya. Di posisi ketiga ada kue kering skippy, rasa kacangnya bikin nagih rasanya. Ada manis dan asin," jelasnya antusias.

Lebih lanjut Wiwin menyatakan  selain ingin menjadi  wartawan, cita-citanya  juga ingin jadi baker.

"Tapi itu hanya sekedar ingin saja. Namanya masih usia ABG (anak baru gede) ya. Punya keinginan tapi kadang suka diangan-anagan saja. Tapi impian jadi baker itu mungkin tertanam di alam bawah sadar. Setiap buat media sosial, dulu selalu buat di profilnya ingin  jadi baker. Nah, benar-benar diwujudkan itu pas tahu susahnya cari duit sendiri. Jadi mengulik dan mengeluarkan skill yang cepat menghasilkan uang dan pasti. Dan karena ada peluang juga, jadi kenapa enggak, hobi diduitin kan," paparnya.

Keistimewaan kue buatannya yakni bahannya terbuat dari bahan-bahan premium."Jadi kayak margarin, saya menggunakan merk yang paling bagus. Dan beli yang kemasan, bukan kiloan. Walaupun belinya sekaligus 15 kg, tapi artinya dibuka di rumah. Kalau kita beli yang kiloan kan sudah dibuka. Kita tidak tahu yang lewat kayak cicak, kecoa. Karena pernah saya beli kiloan di pajak. Eh sekali buka ada kecoa mati. Jadi saya trauma beli yang kiloan," katanya lagi

Untuk pemasaran,  Saat ini ia masih mengandalkan teman-teman dan dari mulut ke mulut. Medsos juga  tetapi masih medsos pribadi.

"Lebaran tahun ini saya buat 14 macam kue kering yakni  lidah kucing (original/cokelat/almond/keju), nastar (polos/keju/),  nastar durian, skippy, oyster cery (seperti dahlia), sagu keju, bangkit susu, bangkit kampung, choco cheese, putri salju, sagon, dan cornflakes choco," tegasnya.

Ia berharap usahanya dengan brand Wiwin Cakes ini terus berkembang dan memiliki tempat produksi khusus."Ingin punya tempat khusus buat kue. Agar tidak di dapur rumah lagi. Jadi lengkap dengan mixer dan oven profesional. Dan saya berharap semoga usaha  ini bisa jadi usaha yang besar suatu haru nanti," harapnya.

Wiwin Anak pertama dari Anto dan Popo ini membanderol kue keringnya mulai Rp 100 ribu sampai Rp 120 ribu perkilonya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved