Berawal dari Gerobak, Mie Balap Anak Medan Sudah Punya 2 Cabang
Diposkan: 03 Aug 2018 Dibaca: 1921 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Mie balap merupakan salah satu kuliner khas Kota Medan. Setiap pagi, misalnya, di sejumlah ruas jalanan ibu kota Sumatera Utara, banyak terjual kuliner satu ini. Salah satunya adalah Mie Balap Anak Medan.
Mie Balap Anak Medan ini menyajikan mie balap yang tak hanya sekadar sajian biasa saja. Akan tetapi, dalam penyajiannya, terdapat tambahan lauk yang bisa menambah selera makannya, sepertinya telur, bakso, serta beberapa jenis seafood.
Pemilik Mie Balap Anak Medan, Fitri mengatakan bahwa usahanya ini awalnya iseng-iseng saja, untuk mengisi keluangan waktunya. Ia pun memulai usahanya dengan sebuah gerobak di pinggir jalan dekat rumahnya.
"Iseng-iseng saja sebenarnya ini, bang. Awalnya dari gerobak kecil saya dan saudara perempuan di depan rumah saya," ujarnya saat ditemui di warungnya pada Jumat (3/8/2018).
Dengan kegigihan beserta doa, pelan-pelan usaha kulinernya berkembang. Ia mampu membeli sebuah kios di depan kantor BPJS Medan, Jalan Karya, Medan Barat. Ia pun menambah menunya.
Selain Mie Balap, mereka juga menyajikan menu nasi goreng yang juga sama rasanya dengan Mie Balap yang mereka buat. Dengan harga Rp10.000, sudah bisa mendapatkan satu porsi banyak yang ditambah lauk seperti seafood.
Berkat penyajian makanan yang enak, banyak, serta murah, mereka pun melebarkan sayap di bagian lain di Kota Medan. Mereka buka cabang di sekitar jalan Batang Hari, Medan Sunggal.
Fitri, sebagai pemilik Mie Balap Anak Medan, berbagi tipsnya agar sebuah usaha kuliner bisa berkembang, atau setidaknya lancar untuk menambah dan atau menjadi pendapatan utama untuk keluarga.
"Kuncinya di kepercayaan diri. Banyak yang tidak pede atas cita rasa masakan. Itu lah yang membuat orang yang baru atau telah memulai usaha kulinernya jadi mundur teratur alias tutup," tambah Fitri.
Selain itu, Fitri juga menambahkan bahwa mengatur keuangan juga penting bagi setiap orang yang membuka usaha kulinernya. Sehingga bisa tahu berapa yang dikeluarkan untuk biaya operasional, serta berapa yang menjadi keuntungan sehari-harinya.
Per-bulannya, mereka bisa meraup keuntungan dari mie balap adalah kurang lebih Rp25 juta, dengan rincian per harinya mendapat sekira Rp2 juta. (UKM04)