Berawal dari Door to Door, Cemilan Hafni Sukses Rambah Pemasaran Online

Berawal dari Door to Door, Cemilan Hafni Sukses Rambah Pemasaran Online

Diposkan: 10 Dec 2018 Dibaca: 1013 kali


UKMKOTAMEDAN.com, MEDAN- Cemilan adalah  favorit banyak orang untuk berbagai momen dan usia.  Nah,  peluang inilah yang ditangkap oleh Hafni (35) warga  Jalan Tani Asli Tanjung Gusta No. 18.

Hafni menjelaskan bisnis yang didirikan sejak 6 tahun lalu ini  berawal  sejak ia pindah ke rumah orang tuanya. Awalnya ia berdagang macam-macam jenis, tapi tidak pernah bertahan lama.

Namun, dia tetap optimis karena dia yakin rezeki sudah diatur Allah SWT. Kemudian, ia memutuskan mencoba usaga di bidang cemilan. Tak disangka,  ternyata bertahan sampai saat ini meskipun dalam kondisi jatuh bangun.

"Awalnya keripik pisang dan keripik bawang,  terus pelanggan minta saya sediakan yg lainya seperti kacang dan cemilan lainya, baik buatan sendiri atau curah dari pabrik, akhirnya satu-satu saya sediakan untuk memenuhi permintaan," jelas perempuan berkulit putih ini.

Untuk pemasaran produk cemilannya ia mengaku belajar secara  otodidak, yaitu mulai dari door to door, keliling sistem titip, kemudian dipasarkan dengan sistem online yang kini sukses membuat produknya lebih dikenal.

Jika bercerita omset, wanita yang terlihat sangat gigih itu menyatakan omsetnya belum begitu banyak karena bisnis yang dialaminya naik turun. Namun ia terus belajar dari permasalahan dan terus  menata ulang dagang dan berusaha dan terus bertahan di tengah persaingan yang sangat ketat di Kota Medan.

Usaha dampingan Pusat Kajian Perlindungan  Perempuan dan Anak (PKPA) ini kini omsetnya mencapai Rp 10jt/bln, dan juga sudah mengalami perkembangan yang pesat. Terbukti saat ini produknya sudah mencapai  13 jenis cemilan.

"Produk saya diantaranya keripik bawang, pisang, ubi ori, ubi pedas, stik kentang, stik keju, keripik ungu, kembang goyang, akar kelapa, peyek, merco, kacang tojin, " jelasnya.

Trik yang ia gunakan untuk bisa memproduksi cemilan dengan beragam jenis itu yaitu dengan mengumpulkan kelompok ibu-ibu dampingan, dan kaum ibu tersebut ikut serta dalam produksi cemilan.

Untuk harga, dengan produk yang berkualitas dan enak banget, ia hanya membandrol paling murah Rp 5 ribu , dan yang paling mahal Rp 65 ribu rupiah. Dan kini pemasarannya sudah sampai keluar kota.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved