BE-X Siapkan Start-up Hadapi Persaingan Bisnis

BE-X Siapkan Start-up Hadapi Persaingan Bisnis

Diposkan: 21 Oct 2018 Dibaca: 1389 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA-Tantangan yang dihadapi pelaku start-up kedepannya semakin tinggi. Isu non kreasi dan kemampuan bisnis menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Untuk menjawab hal ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan program Bekraf Acceleration (BE-X) yakni program akselerasi untuk mempersiapkan start-up masuki pasar yang sebenarnya.

“BE-X merupakan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekosistem start-up di Indonesia. Demi mengejar indonesia melahirkan unicorn atau start-up besar, maka kami selenggarakan program ini untuk mempersiapkan founder dan team founder start-up dari segi kemampuan bisnis, kalau  dari segi ide mereka sudah banyak” ujar Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik, dilansir dari laman bekraf, Minggu (21/10/2018).

Dengan mengikuti  program inkubasi dan akselerasi, dapat membantu start-up dalam melakukan pengembangan produk, mendapatkan pendanaan, maupun mendapat akses melalui jaringan bisnis. Program-program inkubasi maupun akselerasi start-up, membuka kesempatan untuk menjadi besar dengan menerima insentif dari pemerintah ataupun pendanaan dari venture capital dan stakeholder.

Ricky juga mengatakan bahwa start-up bukan lagi soal lokal atau asing,  tapi tidak ada batas. “Kita berharap akan terjadi kolaborasi-kolaborasi. Namun dalam konteks kepentingan bangsa,  kami ingin start-uplahir, berdomisili dan besar di Indonesia,”ujarnya.

Manajer Akselerasi Telekomunikasi Indonesia, Jeffry Irmawan dalam kesemapatan yang sama, mengatakan kebanyakan start-up yang baru memulai bisnisnya gagal karena kurang memahami konsumennya.

Start-up dituntut untuk tidak hanyak membuat produk yang bagus tetapi harus dapat memastikan produknya akan dibeli oleh konsumen.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat memulai start-up adalah jeli mengamati isu atau permasalahan yang ada, karena produk start-up pada dasarnya lahir sebagai sebuah solusi untuk memecahkan masalah atau kesulitan yang dihadapi calon konsumen.

Vice President of Engineering, Tokopedia, Aswin Tanu Utomo menambahkan, untuk memulai start-up selain harus punya jiwa entrepreneurship, juga harus punya mental yang kuat, jangan pernah takut gagal untuk memulai dan jika gagal setelah memulai maka harus bisa bangkit untuk mencoba terus.

“Kegagalan memang bisa menjadi hal yang menakutkan karena terkait funding, tapi jika kita bisa mempersiapkan start-up kita sebaik mungkin dan opportunity itu ada, maka jangan pernah takut gagal” ujarnya.

Aswin juga menyarankan untuk berhati-hati dalam pengelolaan keuangan investor karena terkait dengan pertanggungjawaban kepada mereka.

Ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan investor memberikan pendanaan, diantaranya adalah orisinalitas produk yang dihasilkan, siapa calon konsumen mereka, akan dibawa kemana arah bisnisnya dan roadmap business seperti apa yang sudah direncanakan. Selain itu user experience dan business enabler juga menjadi hal penting karena menyangkut keberlangsungan start-up kedepannya.(*)

 


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved