Bangun Tahfidzul Qur'an Untuk Bantu Kaum Dhuafa Dan Yatim Piatu
Diposkan: 14 Jul 2019 Dibaca: 1180 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN - Banyak cara untuk menyalurkan kebaikan dan juga menjadi bermanfaat bagi orang lain. Terkhusus buat orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. Hal ini mendasari pria berhati sosial, untuk membangun sebuah sekolah berbasis Tahfidzul Qur'an dan pesantren buat kaum dhuafa dan anak yatim dan piatu.
Dia adalah Zahirman, warga Jalan Utama No. 61 Kota Matsum IV Medan. Pria kelahiran 24 Maret 1965 ini menuturkan, Sekolah Islami yang diberi nama Tahfidzul Qur'an Al Umm Smart Center itu mulai terinpirasi untuk mendirikannya sekira tahun 2016 silam.
Sejak tahun 2012 tutur Zahirman, dia selalu menyisihkan zakat dan infak buat anak yatim/dhuafa yang bisa digunakan untuk pelunasan uang sekolah yang tertunggak dan memberikan biaya keperluan sekolah melalui rekan sekaligus kerabat dekatnya, Alwi Batubara.
Selain itu ia juga rutin menyalurkan zakat dan infak kepada ibu-ibu rumah tangga yang kurang mampu untuk dapat digunakan sebagai modal usaha rumah tangga.
"Setelah berjalan 3 tahun, kami berfikir bersama dengan bapak Alwi Batubara untuk mendirikan panti asuhan yatim/dhuafa di tahun 2016," ucapnya.
Kemudian sekira tahun 2017 dimulai konstruksi bangunan untuk tempat tinggal yatim/dhuafa berkapasitas 40 orang santri. Seiring berjalannya waktu, tercetus ide agar anak-anak santri tersebut diajarkan untuk menghafal Al-Qur'an sebagai hafizh atau penghafal Al Qur'an.
"Sehingga kami bangun ruang belajar untuk Tahfidzul Qur’an," ucapnya seraya mengatakan pada bulan Ramadhan 1439 H atau tahun 2018 ia menghimbau anak-anak di sekitar tembung Pasar V dan VII untuk ikut belajar tahfidz.
Berbagai dilakukan bersama orang-orang terdekatnya mulai dengan pendekatan kepada nazir masjid dan pengajian-pengajian.
Pertama kali sambungnya, respon yang diperoleh sungguh luar biasa. Sebab anak-anak di sekitar pesantren sangat antusias, sehingga ruangan-ruangan yang sudah dididirikan sebanyak 6 ruangan khusus untuk belajar dipergunakan juga untuk tahfidzul qur’an reguler.
"Selain kita membina anak-anak dhuafa dan yatim piatu, kita juga membuka kelas reguler guna merespon animo masyarakat sehingga pesantren tahfidz juga bisa dimanfaatkan oleh masyarkat sekitar pesantren," ungkap ayah dari 3 anak ini.
Pembangunan pesantren Tahfidzul Qur'an Al Umm Smart Center itu semakin berkembang. Hingga saat ini sudah tersedia ruang belajar 6 unit dilengkapi dengan 1 mushola dan 3 kamar muhafidz. Dan jumlah santri juga kian banyak.
"Saat ini santri yatim/dhuafa sebanyak 22 orang dan reguler sebanyak 150 santri," paparnya lagi.
Dikesempatan yang sama, dia juga menceritakan dasar ia menamanakan pesantrennya dengan nama Al Umm. Al Umm terinspirasi dari tafisir Imam Syafi’i dan dibarengi dengan arti Al Umm secara umum adalah ibu.
Dengan nama itu, ia berharap dapat menjadi amal jahiriyah buat kedua orang tuanya, terutama kepada ibu yang ia sayangi.
"Ini Bukti pengabdian saya kepada ibunda tercinta, karena ia telah berjuang membesarkan saya. Bapak saya meninggal Desember 1964 pada saat saya berusia 7 bulan dalam kandungan ibu saya sehingga inilah bentuk kecintaan saya kepada orang tua saya," ungkapnya haru mengenang kehidupannya masa lalu.
Sekolah Islami yang dibangun ini, diharapkannya bisa menjadi kiblat bagi pendidikan Islam di Sumatera Utara. Bukan karena ia orang berada, karena punya banyak uang. Namun juga untuk kalangan yang kurang mampu.
"Waktu kecil saya bekerja dan berjualan makanan keliling, begitu juga abang, kakak saya harus bekerja untuk berjuang melanjutkan kehidupan, pada akhirnya berkat didikan ibu saya, kami sekeluarga saling membantu dan mendukung," katanya mengenang masa lalu yang lekat sampai saat ini di memorinya.
Sehingga dikatakanya muncullah cita-citanya untuk dapat membantu sesama ummat dengan prinsip ia harus bermanfaat bagi orang lain dimanapun ia berada.
Baginya, membangun sebuah pesantren tidaklah mudah. Banyak kendala yang dihadapi untuk mewujudkannya. Sebab banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari sumber daya manusia (SDM) hingga biaya yang terbilang sangat besar.
Namun baginya, setiap niat baik selalu ada jawabnya dari Allah SWT, rezekinya tak pernah putus, pembangunan terus bergulir hingga saat ini.
"Alhamdulillah saya diberi rezeki oleh Allah SWT sehingga pembangunan ini dapat saya wujudkan walaupun masih berdikari," katanya
"Impian dan cita-cita kami semoga dengan berdirinya pesantren tahfidzul qur’an Al umm smart centre nantinya generasi kedepan mempunyai akhlakul karimah dan mencintai qur’an. Dengan kemampuan sebagai tahfidz akan lebih meningkatkan daya fikir dan emosional kita sehingga kita akan menjadi insan yang sangat berguna bagi agama dan bangsa," ujarnya.
Kedepan dia memiliki impain pesantren Al Umm Smart Center menjadi icon pendidikan Tahfidzul Qur’an yang dibanggakan masyarakat Kabupaten Deli Serdang dan umumnya masyarakat Sumut. (UKM06)