Bangun Bisnis Dari Nol, Dapur_May Hadirkan Cemilan Berkualitas Tanpa Pengawet
Diposkan: 19 Apr 2019 Dibaca: 1146 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Tidak memiliki keterampilan dalam membuat aneka ragam kue, bukan berarti kehilangan kesempatan mempunyai usaha. Ini dibuktikan May Ramadhani Damanik yang sukses membangun bisnis cemilan berkualitas tanpa pengawet dan halal dari rumah.
Usaha yang dirintis sekira tahun 2015 ini, bermula saat dia mengandung anak ketiga. Ketika itu, May mengaku begitu termotivasi untuk belajar mengembangkan dan menggali potensi dibidang makanan seperti kue atau dessert.
"Dulu saya ngak pandai buat kue sama sekali. Tapi saat hamil anak ketiga, bawaan belajar baking muncul. Saya kira hanya bawaan hamil saja. Kemudian beli oven listrik, loyang, bahan kue, coba- resep, disini saya belajar otodidak. Awalnya, dia berpikir setelah lahiran akan bosan,”ujarnya.
Namun ternyata membuat kue ini menjadi hobi yang mengasikkan bagi May. Hingga akhirnya, May masih menetap saat itu di Pekan Baru bergabung dengan komunitas latihan bareng (Latbar), sebuah kelompok baking di PKU.
Dari latihan bareng ini, May pun mengembangkannya kemampuannya di rumah dengan sering berpraktik membuat kue. Hasilnya kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga dan temen-temannya. Seiring berjalannya waktu, May ditahun yang sama mulai memberanikan diri menerima pesanan dengan produk pizza home made.
Tidak heran, berkat semangat dan kegigihannya usaha yang dirintis dengan modal Rp 1,5 juta ini berkembang. Bahkan produknya juga semakin beragam seperti broketem, risol rogout ayam, tiramisu.
Sampai pada 2017 silam, May bersama keluarga kembali ke Medan, dan usaha rumahan ini terus dikembangkan dengan beragam varian pilihan seperti potato pizza, paha ayam, budapest, broketem, lava cake, aneka frozen food.
“Kalau untuk best seller kita itu, paha ayam, pizza mini, caterpillar bread,”ujarnya.
Sementara untuk memasarkan produk ini, May media sosial seperti facebook, whatsapp, dan instagram. Tidak hanya itu, May juga sering memberikan promo melalui grup-grup whatsup serta memberdayakan sejumlah reseller.
Dalam berproduksi, May mengaku sesuai orderan konsumen. Dengan kapasitas rata-rata 50 pcs paha ayam, pizza mini 30 pcs dan cater pillar 30 pcs. Sedangkan harga dipatok bervariasi mulai Rp 5.000 hingga Rp 70 ribu.
Dari usaha ini, May berkeingian dapat menyerap dan memberdayakan banyak tenaga kerja. Sehingga bisa mengurangi angka pengangguran.
Selain itu, kedepan May juga memiliki impian mempunyai workshop dan galery toko bakery untuk memasarkan aneka camilan buatan rumahan tersebut. (UKM01)