Balakka, Buah Hutan Tak Bernilai Jual, Kini Jadi Aneka Panganan Laris di Pasar Nasional

 Balakka, Buah Hutan Tak Bernilai Jual, Kini Jadi Aneka Panganan Laris di Pasar Nasional
Daud dengan aneka olahan buah balakka

Diposkan: 14 Nov 2018 Dibaca: 1588 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Buah Balakka yang tumbuh di hutan di Desa Padang Garugur Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padanglawas Utara sebelumnya dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitarnya. Bahkan dianggap  sama sekali tak  bernilai jual.

Buahnya yang berbentuk bulat dan bercitarasa kecut, kelat dan sedikit asam itu hanya gugur dari pohonnya terbuang begitu saja.

Namun, lewat tangan dingin seorang pelaku usaha, Daud Harahap, buah balakka kini bukan saja laku di pasar lokal namun juga dipasaran tingkat nasional setelah diinovasikan menjadi berbagai penganan. Diantaranya dibuat menjadi sirup dan dodol.

"Buah ini dulunya hanya terbuang saja di hutan, mana ada yang mau menjualnya karena rasanya juga asam, buah inipun sangat jarang dikonsumsi masyarakat padahal buah ini tinggi vitamin c," kata Daud kepada ukmkotamedan.com saat menyambangi standnya di pekan inovasi Sumatera Utara 2018 yang digelar di Lapangan Benteng Medan, Selasa (13/11/2018).

Dalam kesempatan itu, Daud menerangkan bahwa asal buah Balakka ini awalnya dari India. Di India buah ini dikenal dengan nama Amla, lalu masyarakat India berlayar ke Malaysia lalu namanya disebut malaka  hingga akhirnya sampai ke Paluta  dan buah ini pun  berubah nama menjadi balakka.

"Saya melakukan inovasi pada tahun 2015 lalu, saya awalnya membuat sirup, ternyata banyak yang suka dan pesanan terus meningkat hingga saya harus terus memproduksi buah Balakka ini," katanya.

Permintaan pun diakui Daud bukan hanya lokal saja namun ia juga harus memenuhi permintaan dari Surabaya dan Makasar. Ternyata citasara Syirup yang unik ini sangat disukai kendati Daud mengaku ia saat ini terkendala dalam produksi. Karena belum ada alat pemisah biji dari daging buah yang dibutuhkan untuk sirup. Dalam sehari ia hanya mampu memproduksi 40 botol saja.

"Selain kita sedang mencari alat pemisah biji, kita juga sedang membuat riset agar buah Balakka ini bisa ditanam di dalam pot dan memiliki buah yang besar agar memudahkan kaum ibu di daerah kami juga bisa membuat aneka penganan dari buah ini," katanya.

Untuk harga sirup Balakka dibandrol Rp 15.000 dengan berat bersih 250 gram dan sari Balakka hanya Rp 5000 sedangkan dodol yang dibuat dari ampas membuat sirup dibandrol hanya 15.000/kotak.

Kini, produk inovasi buah Balakka ini terus dikenalkan lewat pameran,bazar dan juga diikutsertakan dalam kegiatan UKM di tingkat nasional. Dan berharap buah ini terus miliki nilai jual yang kini sudah berada dikisaran harga Rp 5000 perkilogram padahal sebelumya tidak ada harganya.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved