Bakso Ateng Pertahankan Rasa agar Tetap Jadi Pilihan Pengunjung Destinasi Wisata
Diposkan: 23 Jun 2019 Dibaca: 1163 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, BANDUNG- Mungkin bagi yang sudah pernah berkunjung ke tempat wisata Gunung Tangkupan Perahu yang terletak di Jalan Gunung Tangkupan Perahu Cikahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pasti tidak asing lagi dengan Bakso Abah Ateng yang letaknya persis di Tunggul kawah ratu gunung Tangkuban Perahu.
Jangan lihat tempatnya, kesederhanaannya tidak menjadi daya tarik memang tapi bagi siapapun yang pernah mencicipi bakso Abah Ateng ini maka akan rindu wisata Tangkupan perahu.
Bukan berlebihan, karena sejumlah pengunjung di destinasi wisata gunung Tangkuban Perahu Bandung yang merupakan destinasi wisata yang sangat populer di Indonesia itu mengaku bakso Abah Ateng enak dan kuah kaldunya sangat segar.
Pemilik bakso Abah Ateng, Ateng Sutisna (65) warga kampung Cibedug, Bandung mengatakan ia mulai berdagang di kawasan wisata yang memiliki cerita legenda Sangkuriang dan Ibunya Dayang Sumbi itu sejak tahun 1980 silam. Sebelumnya ia merupakan karyawan Bandung Permai Sari melakoni bidang waiters. Namun karena mau merubah nasib, ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri.
Usaha Bakso menjadi pilihannya. Dan awalnya ia berjualan bakso dengan cara dipikul di kawasan wisata itu, dan ia hanya mengeluarkan modal Rp 30 ribu untuk membangun usaha yang merupakan jajanan khas Bandung.
Kemudian tidak lama, ia mendapatkan kesempatan untuk berjualan di kios yang disiapkan oleh pengelola wisata Gunung Tangkuban Perahu. Dengan senang, ayah dari 3 anak ini pun memulai usahanya kembali dengan berjualan di dalam kios sederhana.
Dikatakanya, perkembangan tempat wisata ini terus meningkat begitu juga jumlah pengunjung. Setiap hari ada saja wisatawan yang berdatangan dari berbagai penjuru. Sehingga dulunya ia sempat khawatir sepi pembeli tapi kini tidak karena didorong pembangunan pesat yang dilakukan oleh pengelola." Untuk jumlah kunjungan wisatawan sekarang cukup bagus dari tahun sebelumnya. Pengunjung saya perkirakan naik 40 persen. Ini karena banyaknya pembangunan mulai akses jalan, parkir, musola, dan kios kios UKM, jadi pengunjung menjadi nyaman," ucapnya.
Untuk baksonya sendiri setiap hari bisa habis 20 sampai 30 mangkok jika sedang sepi tapi jika wisatawan ramai bisa habis 50 mangkok perhari jika terutama dihari liburan.
"Satu porsi sekarang Rp 20 ribu, ini sudah saya naikkan sebelumnya di tahun 2018 hanya Rp15 ribu, 2017 Rp10 ribu," ungkapnya.
Berjualan di kawasan wisata ini ia tidak lepas dari persaingan usaha. "Saingan banyak bahkan tidak terhitung lagi penjual bakso disini," ucapnya. Tapi ia mengatakan untuk menjadi pilihan ia tetap mempertahan beberapa hal yaitu yang utama rasa, kebersihan dan keramahan.
"Keramahan itu penting disini, wisatawan akan nyaman jika layanan baik dan bahasa yang santun," ucapnya.
Iapun memberikan masukan bagi pelaku usaha yang berada di lokasi wisata hendaknya memperhatikan beberapa hal penting agar usahanya maju dan menjadi pilihan wisatawan. Sebab dikatakanya wisatawan akan nyaman berkunjung jika merasa dilayani dan memperoleh sesuai ekspektasinya pada suatu tempat wisata.
"Hal penting itu ya itu harus menjaga kebersihan dan harus ramah juga kalau dia dibidang kuliner harus mempertahan rasa," tegasnya.
Sementara itu, Harapannya agar jangan terlalu banyak kutipan bagi pedagang. Kondisi saat ini sudah membuat pedagang nyaman dan tenang ia pinta agar dipertahankan. (UKM06)