Bahas e-Commerce, Kemendes PDTT Gelar Pertemuan Bisnis dengan Malaysia
Diposkan: 17 Jun 2019 Dibaca: 1152 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama dengan Selangor State of Government melakukan Business Matching untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Malaysia dalam hal perdagangan elektronik atau e-commerce.
Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT Samsul Widodo mengatakan Pemerintah Indonesia sangat mendukung berkembangnya bisnis start-up di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat melalui data yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi dimana Indonesia telah melahirkan 1.307 perusahaan rintisan atau start-up sejak tahun 2015.
"Sejak tahun 2017, kami telah bekerjasama dengan lebih dari 60 startup bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, keterampilan, investasi dan pariwisata untuk mengimplementasikan ekonomi digital di daerah tertinggal," katanya dikutip dari laman kemendes,Senin (17/6/2019).
Samsul mengatakan Pemerintah Indonesia terus mendukung berkembangnya bisnis start-up di Indonesia.
"Kami berusaha menciptakan ekosistem agar para pelaku bisnis digital ini bisa tumbuh. Apalagi, kini para pelaku UKM, petani dan nelayan mulai bisa menjual produknya secara online karena telah diberikan pemahaman terkait ekonomi digital,"katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Samsul Widodo mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Selangor State of Government. Dirinya berharap melalui pertemuan tersebut bisa menghasilkan kerjasama yang menguntungkan bagi kedua belah pihak, khususnya dalam meningkatkan perdagangan elektronik antara kedua belah negara.
Advisor for Chief Minister of Selangor, Zulkifli Zakaria mengapresiasi perkembangan e-commerce di Indonesia yang sangat pesat.
"Perkembangan e-commerce di Indonesia sangat luar biasa. Saat ini kami juga sedang mendorong pelaku UKM di Malaysia agar bisa masuk ranah digital," ujar Zulkifli.
"Melalui pertemuan ini, kami ingin membahas dan merumuskan model bisnis untuk kedua belah pihak serta kebijakan dan mekanisme distribusi (ekspor) untuk kedua jalur, Indonesia dan Malaysia," tambah Zulkifli.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir mitra kerja Kemendes PDTT, seperti Shopee Indonesia (platform belanja online), Timur Rasa (produsen kenari), Sayur Box (platform penjualan sayuran dan buah-buahan secara online) dan Lion Parcel (jasa pengiriman/logistik).
Tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kemendes PDTT akan berkoordinasi dengan mitra kerja terkait produk unggulan apa yang akan diekspor ke Malaysia sesuai dengan pangsa pasar di Malaysia. (*/kemendes)