Bahan Baku Menghilang, Pengusaha Bordiran Mukena Kelimpungan

Bahan Baku Menghilang, Pengusaha Bordiran Mukena Kelimpungan
Mukena bordir, foto : net

Diposkan: 14 Sep 2018 Dibaca: 1472 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Kondisi perekonomian yang memburuk sangat dirasakan masyarakat. Salah satunya usaha bordiran mukena. Selain harga bahan yang tinggi, sejak beberapa bulan lalu, kain jenis Polini Silk yang jadi bahan mukena tersebut juga menghilang.

Pemilik usaha Bordiran Ana, Yuliana (45) mengatakan, kelangkaan bahan kain mukena tersebut terjadi sejak dua hingga tiga bulan lalu. "Kewalahan kami sekarang, bahan mukena nggak ada dijual sejak dua atau tiga bulan lalu. Terpaksa stop produksi," ujarnya kepada ukmkotamedan.com, Jumat (14/9/2018).

Yuliana mengaku tidak terlalu mempermasalahkan jika barang tersebut ada walau harganya mahal. Tapi kata dia, Polini Silk tersebut sama sekali tidak ada di pasar. "Kalau barangnya ada tapi mahal gak apa-apa, produksi masih bisa lanjut walau keuntungan berkurang. Ini asli kosong. Bahkan di grosir besar seperti Toko Agung Tex di Pajak Ikan Lama pun tak ada," ucap perempuan yang sudah jadi engusaha bordiran mukena sejak 1994 silam.

Padahal kata dia, cukup banyak permintaan saat ini, bahkan ada yang sudah memberikan uang muka atau DP (down payment). "Memang sejak 2014 pendapatan cukup menurun, tapi ini paling parah, bahan baku tidak ada. Padahal orderan cukup banyak. Pekerja kami jadi nganggur," ucapnya.

Sementara Helmi, pemilik usaha Dina Bordir pun merasakan hal yang sama. Sedikit berbeda dengan penuturan Yuliana, kata Helmi, kelangkaan bahan bahkan sudah terjadi sejak pertengahan Mei lalu. "Dari awal bulan puasa lalu nggak ada. Orderan banyak tapi bahan nggak ada cemana mau dibilang?" ucapnya dengan nada kesal.

Menurutnya, bahan Polini tidak bisa digantikan dengan bahan lainnya lantaran konsumen sudah nyaman dengan bahan itu sejak dulu. "Saya biasa beli bahan di Pajak Ikan Lama dulu, tapi tak ada lagi. Bukan mahal, tapi barangnya yang tidak ada," ujar warga Desa Pekan, Kecamatan Sialangbua, Serdangbedagai tersebut.

Selain itu, bahan baku jenis lain juga mengalami kenaikan harga. Pengusaha yang juga membuat berbagai bordiran seperti pakaian haji ini menyebutkan, kenaikan harga tersebut membuat keuntungannya sangat tipis. "Harga barang naik terus. Keuntungan nggak hampir tidak ada.  Kami harap ini jadi perhatian dinas terkait," ucapnya.(UKM05)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved