Babak Akhir Kisruh Cuitan CEO Bukalapak
Diposkan: 16 Feb 2019 Dibaca: 889 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, CEO Bukalapak Achmad Zaky menjadi trending topic usai mengemukakan pendapatnya soal dana riset dan pengembangan via akun Twitternya.
Cuitannya ternyata berbuntut panjang. Kegaduhan yang bermula dari cuitan di Twitter pribadi Zaky. “Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D; negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky di cuitannya. Cuitan tersebut kini telah dihapus.
Nahasnya, kalimat presiden baru yang dicuit Zaky itu malah disalahartikan oleh para netizen. Alhasil, cuitan Zaky pun jadi terseret ke dalam ranah politik. Menyadari cuitannya tersebut mengundang kontroversi, Zaky pun langsung memberikan klarifikasi melalui cuitan selanjutnya.
Sayang, tanda pagar uninstallbukalapak dan boikotbukalapak tetap tak dapat terbendung menjadi trending topik di jagat Twitter. Dijelaskan melalui keterangan resmi, Zaky mengatakan, ia sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Ia sangat berharap agar investasi dalam bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.
Zaky memohon maaf atas kekhilafannya dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.
Tidak cukup menyampaikan permohonan maaf melalui keterangan resmi, Zaky pun meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo secara langsung ke Istana Presiden. Namun, diakui bos Bukalapak, Jokowi yang secara khusus mengundangnya.
Jokowi pun memberi nasihat kepada Zaky dan juga kepada masyarakat untuk bijak dan berhati-hati dalam bersikap.
"Kita harus bijak dalam bersikap, matang dalam bersikap dalam setiap peristiwa apapun," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.
"Saya ucapkan terimakasih kepada Presiden yang sudah luangkan waktunya untuk bertemu dengan saya pribadi. Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada bapak dan luruskan juga yang (cuitan) kemarin," terang Zaky.
"Saya sudah klarifikasi. Waktu nge tweet saya sudah tweet sebelumnya. Cuma di twitter kalau sudah viral susah dikendalikan," akunya.
Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam itu, Presiden Joko Widodo juga didampingi oleh Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.
Sementara itu, melalui pernyataan Koordinator Staf Khusu Presiden Teten Masduki menyampaikan bahwa Presiden Jokowi tidak marah. Hanya saja, mantan Walikota Solo itu khawatir bila seruan uninstallbukalapak berlanjut akan menggangu bisnis e-commerce dalam negeri.
"Harus kita tahu Bukalapak ini adalah salah satu dari empat unicorn kita," tuturnya.
Hal itu dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan bisnis salah satu unicorn dalam negeri tersebut. Untuk itu, Jokowi meminta masyarakat untuk menghentikan seruan uninstall Bukalapak.
"Saya ajak hari ini untuk hentikan, untuk stop uninstall Bukalapak. Stop. Karena kita harus dorong anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas untuk maju," ujarnya.
Sementara itu, terkait dengan dana riset dan pengembangan yang dikritik Zaky, Jokowi menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sudah menggelontorkan senilai Rp 26 triliun.
Tetapi memang harus dikelola oleh sebuah kelembagaan besar supaya arahnya jelas dan tepat. Saat ini, anggaran tersebut sudah tersebar di kementerian dan lembaga.
"Jadi sudah gede anggarannya sebetulnya. Meskipun ke depan kita ingin mengembangkan," terangnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengaku sudah memaafkan Zaky dan tidak merasa tersinggung oleh cuitannya. Karena selama ini ia juga sudah lama mengenal alumni ITB itu.
"Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa. Terhadap mas Zaky. Sudah tiap hari ketemu," pungkasnya. (bbs)