Awalnya Tidak tertarik, Prospeknya Bikin Ahmadsyah Makin Jatuh Cinta dengan Kopi
Diposkan: 18 Aug 2018 Dibaca: 1271 kali
UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN - Kopi ternyata memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Hal ini seiring dengan trend budaya nongkrong serta pertumbuhan coffee shop belakangan ini. Namun, bukan hal ini satu-satunya alasan yang mendorong Ahmadsyah tertarik dengan bisnis tersebut.
Pilihannya melirik bisnis kopi tidak terlepas dari semangat untuk membesarkan sekaligus mengembangkan usaha kopi yang dirintis keluarganya. Kebetulan orangtua Ahmadsyah merupakan petani kopi yang sudah puluhan tahun menggeluti usaha tersebut di Gayo, Aceh.
Namun, keluarganya hanya memasarkan kopi dalam bentuk green bean (biji kopi mentah) saja. Karena belum diberikan sentuhan inovasi. Namun sejak sembilan bulan terakhir Ahmad mulai melirik kopi ini sebagai peluang usaha yang layak untuk dikembangkan.
Dia mengaku mulai tertantang untuk mencoba peruntungan dibisnis kopi, setelah beragam bisnis yang dilakoninya sejak tahun 2013 gagal. Ini bermula setelah lulus dari pesantren, Ahmadsyah tidak ingin bergantung dengan orangtua.
"Awalnya karena ingin mandiri, setelah lulus pesantren. Mau minta uang jajan sama orang tua, ngak enak. Karena udah lulus pesantren. Jadi coba usaha, jadi reseller beragam obat-obat herbal tapi nggak ada yang jalan," ujar Ahmadsyah, Sabtu (18/8/2018).
Saat bisnis yang dijalaninya tidak berbuah manis, salah seorang gurunya yang menyarankan untuk mencoba memulai usaha dari yang tidak disukainya. Dan yang terlintas di enak Ahmad adalah kopi. Meksi bukan barang baru bagi Ahmad, namun, dia tidak terlalu tidak menyukai kopi. Bahkan dimasa kecilnya dia juga tidak suka ke ladang.
Saran tersebut coba diaplikasikannya. Hal ini yang kemudian secara perlahan merubah mansetnya tentang kopi. Selama beberapa bulan, dia mempelajari sebuk beluk kopi ini. "Saya pelajari kopi itu seperti apa. Ternyata setelah saya terjun, saya makin cinta sama kopi ini," ujarnya
Jika selama ini, orangtua hanya menjual green beannya saja, Ahmad ingin mengembangkannya. "Jadi tidak hanya jual green bean nya saja. Tapi juga kopi kemasannya juga, dalam bentuk bubuk”ujar Ahmad yang mengaku semakin jatuh cinta dengan kopi khas Aceh tersebut.
Meski baru sembilan bulan, Ahmad mengaku optimisi usaha yang dirintisnya ini bisa diterima pasar. Apalagi, selama kopi ini diminati diberbagai negara di dunia. Hingga akhirnya memutuskan untuk berinvestasi dengan jumlah yang tidak sedikit untuk mengembangkan kopi khas Gayo ini.
Dalam memasarkan kopi Gayo ini, pria yang Ahmad memiliki impian bisa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya ini, mengaku terus bergerilya untuk memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Baik melalui media sosial atau pun jemput bola. Bahkan dia pun memiliki strategi khusus untuk menggaet konsumen, dengan memberikan gratis ongkos kirim untuk pembelian satu kg kopi. (UKM01)