Awalnya Kuliah Seni di Singapura, Cindy Salim Malah Menikmati Berbisnis Kue

Awalnya Kuliah Seni di Singapura, Cindy Salim Malah Menikmati Berbisnis Kue

Diposkan: 11 Jun 2019 Dibaca: 77 kali



UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN- Tidak selamanya jurusan pendidikan sejalan dengan dunia kerja. Bahkan banyak diantara kita memilih bekerja yang sangat jauh dari jurusan yang dienyam di bangku pendidikan.

Salah satunya wanita cantik warga Medan ini. Kuliah Jurusan Seni di Singapura, pulang Ke Indonesia malah buka usaha kue meski sebelumnya sempat menjajal sejumlah pekerjaan lain.


Cindy Salim warga Jalan Sei Kera Medan ini sempat empat tahun di LaSalle College of The Arts, Singapura.

"Awalnya saya kuliah seni selama empat tahun di LaSalle College of The Arts, Singapura. Selesai kuliah saya sempat kerja, sebagai guru lukis anak-anak. Kalau saya sedang libur saya suka bikin kue karena itu salah satu hobi saya. Lalu selama satu setengah tahun, saya melanjutkan sekolah pastry di Sunrice, Singapura dan kemudian saya pun membuka usaha bisnis kue ini," ucap Cindy, Selasa (11/6/2019).

Cindy mengatakan ia mempelajari semua jenis kue, namun ia lebih tertarik dan fokus membuat kue chiffon menjadi menu andalannya. Selain sehat, kue chiffon juga merupakan kue pertama yang ia pelajari di sekolah tersebut.

"Pembuatan kue chiffon ini simple tapi perlu skill fundamental. Bahan basic kue chiffon ini juga mudah didapat, yaitu telur, tepung, gula, susu atau air dan minyak saja," katanya.

Dikatakannya Kue chiffon buatan Cindy ini rendah gula dan minyak sehingga dapat dinikmati oleh semua kalangan dan bahkan sehat dikonsumsi oleh siapa saja.
"Saya mulai eksperimen dengan mengurangi gula dan minyak sehingga kue chiffon ini lebih sehat," ungkapnya.

Cindy dengan brand usahanya The Two Turnips sudah menghadirkan lebih dari 20 jenis kue chiffon dengan berbagai rasa yakni  rasa pandan, cheese, coklat orange, lemon, gula jawa dan sebagainya.

"Yang paling populer itu rasa gula jawa atau kita kenal sebagai gula aren, lalu rasa coklat orange. Semua bahan-bahan kue chiffon ini dari bahan natural, tanpa perasa buatan," jelas Cindy.

Kue kue nan lezat ini Ia katakan hanya dihargai mulai dari Rp28 ribu dengan diameter 10 sentimeter. Dan para customernya biasanya membeli kue-kue chiffon ukuran kecil sehingga bisa membeli dengan berbagi piliha rasa.

"Kue chiffon ini tahan dua hari dalam suhu ruangan tapi kalau di dalam kulkas bisa sampai lima hari," ucapnya.

Selain itu wanita berkulit putih ini juga membuat kue ulang tahun dan beragam kue kering lainnya. Kue ulang tahun dibanderol mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribuan.

"Modal usaha bisnis kue ini lebih kurang Rp 60 juta, modal itu saya gunakan untuk membeli alat memasak dan bahan-bahan kue. Yang paling saya senang dari berbisnis ini, saya bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang, itu salah satu kepuasan yang saya miliki sampai sekarang," tegasnya.

Dan tak kalah menyenangkan bagi Cindy menjalankan bisnis ini ia  mendapat banyak teman dan networking sehingga wawasannya pun semakin bertambah.

Beragam kue buatannya ini dipasarkan melalui promosi mulut ke mulut, media sosial dan bazar merupakan promosi yang paling ampuh mendatang konsumen.

"Kita juga aktif ikut bazar, jadi hampir setiap bulan itu, kita ada ikut bazar. Promosi mulut ke mulut dan media sosial  juga sangat membantu branding," ucap Cindy.

Menurutnya, agar tetap eksis dan bertahan dalam bisnis kuliner ini, ia tetap konsisten menghasilkan produk yang berkualitas dan menjaga hubungan baik dengan para customer dan karyawan.

Namun ia tidak berani mengatakan bisnis kue ini menjanjikan karena kue bukan kebutuhan pokok. Apalagi di saat ekonomi sedang buruk bisnis kue bisa menjadi lesu.

"Saya enggak berani bilang bisnis kue ini menjanjikan karena kita tahu juga kue bukan kebutuhan pokok, ekonomi juga terkadang naik turun. Tapi saya percaya bahwa selama produk kita konsisten, selalu aktif, ya moga-moga semuanya bisa stabil," ucapnya. (UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2019. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved