Awalnya Iseng Belajar via YouTube, Tas Buatan Sri Dwiyana Malah Digemari hingga ke Australia

Awalnya Iseng Belajar via YouTube, Tas Buatan Sri Dwiyana Malah Digemari hingga ke Australia

Diposkan: 01 Jul 2019 Dibaca: 1231 kali


UKMKOTAMEDAN.COM, MEDAN-Sri Dwiyana (43) warga Jalan Pondok Surya blok 4 Medan Owner Sabina Colection, memiliki usaha rumahan yang memproduksi aneka tas etnik.

Bukan sekadar tas, tapi produknya sudah dipasarkan sampai ke Negara Kangguru, Australia.

Usaha pembuatan tas etnik juga untuk suvenir ini didirikan pada tahun 2015 lalu. Dikatakanya berawal saat ia ditinggal suaminya pergi kerja. Merasa tidak ada kesibukan jadi ia iseng dan coba-coba menonton tutorial pembuatan tas di YouTube dan di salah satu stasiun tv. Kemudian langsung ia aplikasikan dan ternyata ia bisa dan terus mencobanya hingga hasilnya sempurna.

"Saya tidak ada belajar khusus menjahit apalagi membuat tas. Saya hanya menonton di YouTube dan tv. Dan awalnyapun saya tidak menggunakan mesin jahit melainkan menggunakan jarum tangan," jelasnya mengenang masa lalu.

Sri Dwiyana juga mengatakan setelah ia mulai produksi banyak kemudian ia membeli mesin jahit portabel. Namun, ditengah perjalanan ia kebingungan untuk memasarkan produknya yang sudah menumpuk di ruang tengah rumahnya.

"Ternyata saya dapat kabar ada teman yang anaknya mau ultah, lalu saya tawarin ternyata dia mau, dan saat teman saya itu bagiin ke teman teman anaknya saya selipin kartu nama. Lalu dari situlah saya dikenal sampai kalangan pemerintahan," ungkapnya.

Dan paling beruntung lagi, ia bertemu dengan temannya yang sudah lebih dulu membangun usaha rumahan dan sudah sukses menjadi mitra pemerintahan. Ia kemudian diajak dan diajari untuk mengembangkan usahanya hingga saat ini ia bisa menjadi UKM yang memiliki izin dan juga terdaftar di instansi terkait.

Diceritakannya, modal awal ia merintis usaha hanya Rp165 ribu.  Saat itu ia masih memproduksi tas dengan bahan katun. Seiring waktu usahanya berkembang dan memproduksi berbagai jenis tas juga suvenir mulai dompet koin, kotak pensil, tote bag, sling bag, ransel dan juga pouch. Dan saat ini ia konsen dengan motif dan menggunakan bahan ulos, kain goni dan juga kain-kain Nusantara seperti batik. Sehingga tidak heran, produknya ini disukai oleh turis lokal juga mancanegara.

Selain ia jual ke teman-temannya, produknya yang cantik itu juga dipasarkan ke olshop-olshop (online shopping)

"Produk saya ini akhirnya juga saya pasarkan ke online bahkan pemesanan sudah sampai ke Australia (tas ulos), juga Kalimantan, dan saya juga dibantu para reseller, saat ini sudah punya 2 reseler tetap," katanya lagi.


Untuk harga yang paling murah mulai Rp 10 ribu dan yang paling mahal Rp2,5 juta (tas berbahan kulit kombinasi tenun).


Ia berharap  produknya ini banyak dikenal masyarakat. "Kalau ingat tas etnik ya ingat Sabina collection," tegasnya.(UKM06)


Tags

0 Komentar

* Nama
* Email
  Website
* Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Portal UKM Kota Medan © 2026. Alcompany Indonesia.
All Rights Reserved